Ditemukan 15 Kasus di Kuto, Sudah Meninggal Masih Diundang

Dua hari menjelang Pemilu masih banyaknya warga galau lantaran belum mendapatkan formulir C6 yang selama ini dianggap sebagai undangan untuk mencoblos

Ditemukan 15 Kasus di Kuto, Sudah Meninggal Masih Diundang
Sriwijaya Post edisi cetak
Sudah Meninggal Masih Diundang, Ditemukan 15 Kasus di Kuto. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dua hari menjelang Pemilu masih banyaknya warga galau lantaran belum mendapatkan formulir C6 yang selama ini dianggap sebagai undangan untuk mencoblos ke TPS.

"Sampai sekarang kami belum dapat undangan C6. Biasonyo pecak Pilkada kemarin itu dikasih. Kalo untuk siraman di sini terang-terangan. Rato-rato 200 ribu per KK. Sempet kutanyo bawak bungkusan apo itu. Katonyo duit untuk ngenjuk warga yang galak nyobloske Caleg mereka. Eh rumah aku dilewatinyo bae," kata Aan (bukan nama sebenarnya), warga Sukawinatan, Senin (15/4).

H-1 Pilpres, Pemilih Wajib Dapatkan Formulir C6

Hadapi Pemilu 17 April 2019 , Bawaslu Kota Palembang Nyatakan Siap 100 Persen

Hal senada juga dikatakan Jujun (bukan nama sebenarnya) warga Gandus yang mengaku masih adanya terang-terangan Timses Caleg membagi-bagikan uang untuk warga agar mau mencoblos.

"Sudah banyak yang bergerak Timses menyebarkan bingkisan uang untuk warga agar mencoblos Calegnya. Kami dewek sampe sekarang belum dapat undangan C6," kata Jujun.

Bahkan lucunya di Lorong Jambu Kuto ada sekitar 15 warga yang telah meninggal dunia masih mendapatkan formulir C6 untuk datang ke TPS.

"Di Lorong Jambu Kuto wongnyo lah meninggal, masih nak dikasih C6. Kito yang masih hidup sampe sekarang belum dikasih C6. Bingung kito apo biso nyoblos apo idak," kata Dedi.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang H Eftiyani SH menyatakan akan memerintahkan petugasnya untuk mengecek ke lapangan.

"Nanti dicek dulu," kata Eftiyani.

Komisioner KPU Palembang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM DR Yetty Oktarina menyayangkan warga yang dimaksud tidak segera melapor.

"Artinya dia yang sudah meninggal masih terdatar di DPT, tapi keluarganya tidak melapor. Kalau keluarganya melapor, tentu runutannya di Dukcapil datanya akan dihilangkan. Sementara warga yang masih hidup tapi belum mendapatkan C6, kalau dia melapor atau datang ke TPS di atas pukul 12.00 maka akan bisa mencoblos masuk dalam DPK (Daftar Pemilih Khusus)," jelas Yetty.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved