Masuk Kategori Sangat Rawan, 853 TPS Dapat Pengawalan Khusus

Terdapat 1.154 personil polisi yang akan mengamankan pemilihan umum (Pemilu) pada (17/4/19) mendatang. Jumlah itu belum termasuk pengamanan bantuan da

Masuk Kategori Sangat Rawan, 853 TPS Dapat Pengawalan Khusus
Sriwijaya Post edisi cetak
853 TPS Dapat Pengawalan Khusus. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdapat 1.154 personil polisi yang akan mengamankan pemilihan umum (Pemilu) pada (17/4/19) mendatang. Jumlah itu belum termasuk pengamanan bantuan dari TNI, Pol PP, dan aparat lainnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat apel Pergeseran Pasukan Pam TPS, Minggu (14/4). Pada kesempatan itu dia menegaskan paling tidak ada 853 TPS (tempat pemungutan suara) masuk kategori sangat rawan, dari 25.326 TPS yang ada di Sumatera Selatan.

2 Hari Lagi! Begini Tata Cara Mencoblos Surat Suara Pemilu 2019 Lengkap dengan Aturan TPS

Daftar Lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang

"Kita klasifikasikan bahwa TPS ini ada yang kurang rawan, rawan, aman dan TPS khusus," ungkapnya. Zulkarnain jelaskan, seperti apa TPS yang dianggap rawan, yaitu karena pengaruh geografi dan histori.

"Yang rawan ini biasanya dipengaruhi oleh geografi, misalnya perairan, pegunungan, atau secara pengalaman sebelumnya," jelasnya. Seperti daerah Empat Lawang, yang diketahui pernah terjadi kericuhan saat Pemilukada lalu. "Akan kita perhatikan betul TPS-TPS yang seperti ini," tambahnya.

Lanjut Zulkarnain, untuk personil yang mengaman juga berbeda-berbeda sesuai dengan klasifikasi TPS yang disebutkan sebelumnya. "Hampi 12 ribu personil yang sudah digabung dengan pola yang berbeda-beda, tentunya sesuai klasifikasi," lanjutnya serius. Dijelaskannya, kalau TPS yang aman, maka akan dijaga dua polisi untuk lima hingga delapan TPS. Sedangkan TPS rawan, maka dua polisi dan empat limas untuk dua TPS. Dan yang sangat rawan, maka akan ada dua polisi, dua limas untuk 1 TPS.

Zulkarnain berpesan untuk jajarannya agar dapat mewaspadai keributan dilapangan yang berakibat konflik antar pendukung yang berpotensi menimbulkan tindakan anarkis. "Beberapa kerawanan yang perlu mendapat perhatian kita pada tahapan ini antara lain adalah terjadinya konflik antara pendukung capres, parpol peserta pemilu dan caleg, money politic, penyebaran hoax, isu sara." "Atau iunjuk rasa dengan mengerahkan massa yang berpotensi mengarah anarkhis yang bertujuan menolak hasil pemungutan suara, penculikan petugas pelaksana pemungutan suara, intimidasi kepada pemilih manipulasi suara atau penggelembungan suara dan beberapa kerawanan konvensional lainnya akan mempengaruhi hasil pemilu," ujarnya. (ts-cr6/mg2)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved