Berita Ogan Ilir

Petani Ogan Ilir Dapat Pelatihan Pemakaian Herbisida Terbatas

90 orang petani di Indralaya Kabupaten Ogan Ilir mengikuti pelatihan herbisida terbatas pakai yang digelar di Gedung LPMP Sumsel.

Petani Ogan Ilir Dapat Pelatihan Pemakaian Herbisida Terbatas
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Bertempat di gedung rapat LPMP Sumsel, Alishther pemberikan pelatihan kepada para petani mengenai penggunaan pupuk pestisida. 

Laporan wartawan sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA--Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISTHER), Rabu (10/03) di gedung serbaguna Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel Indralaya Kabupaten Ogan Ilir menggelar pelatihan herbisida terbatas pakai yang diikuti lebih dari 90 petani di Kabupaten Ogan Ilir.

Dirut Alishter Pusat Ir Syafrizal mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelajaran dan wawasan kepada petani tentang penggunaan pestisida dengan baik dan benar, dan dampak negatif yang didapat dalam penggunaan pestisida ini.

"Kami berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai, nanti peserta akan mendapatkan sertifikat jika lulus dalam ujian pelatihan ini," ujarnya dalam sambutannya.

Menurutnya, Alisther ini mungkin hal yang baru bagi yang belum mengetahuinya, dimana Alisther ini adalah asosiasi yang menaungi 49 pelaku usaha yang memproduksi herbisida parakuat.

"Sejak berdiri tahun 2015 akhir hingga saat ini Alisther sudah melatih 12.207 petani di seluruh Indonesia. Alisther dibentuk karena waktu itu pemerintah melihat pelatihan yang diberikan perusahaan yang mendapat izin menggunakan bahan aktif herbisida parakuat masih kurang," paparnya.

"Ini respon kami dan keinginan untuk mewujudkan pengendalian gulma secara optimal dan minim risiko. Alisther memiliki program kerja pelatihan penggunaan herbisida terbatas bagi petani agar mampu mengaplikasikan dengan aman, benar dan bertanggung jawab," tukasnya.

DKPP Beri Dua Peringatan Kepada Ketua KPU Palembang, Eftiyani: Jadi Pelajaran

Hasil Inisiasi Gubernur, Rusun 24 Ilir Mulai Kinclong

Ini Syarat BOPI Mengeluarkan Rekomendasi Kompetisi Liga 1 dan 2,Diantaranya Kondisi Keuangan Klub

Sementara itu Komisi Pupuk dan Pestisida Sumsel yang di wakili Syarifudin Umri SP menekankan kepada peserta pelatihan, bahwa yang digunakan selama ini oleh petani adalah racun, karena itu katanya melalui kementerian dikeluarkan undang-undang untuk melindungi petani dalam penggunaan pestisida ini.

"Jadi, ikutilah dengan baik pelatihan ini banyak manfaat yang didapat dan anda akan mendapatkan sertifikat," katanya.

Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, H Hasnandar. 

"Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Jadi perlu diingat oleh para petani, jangan hasil panen melimpah tapi kesehatan petani tidak baik karena cara penggunaan pastisida yang tidak benar," tukasnya.

Dikirim dari Yahoo Mail di Android

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved