Sempat Tertunda 2 Jam, Anggota Dewan Bolos Saat Sidang

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten O), Senin (8/4) yang dijadwalkan pukul 10.00, sempat molor selama dua jam karena tidak memenuhi kuorum. Setelah ditungg

Sempat Tertunda 2 Jam, Anggota Dewan Bolos Saat Sidang
SRIPOKU.COM/Beri Supriyadi
KURSI KOSONG - Suasana paripurna DPRD Ogan Ilir dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terkait LKPJ Bupati OI tahun 2018, dimana sebagian besar kursi kosong. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI), Senin (8/4) yang dijadwalkan pukul 10.00, sempat molor selama dua jam karena tidak memenuhi kuorum. Setelah ditunggu-tunggu hingga pukul 12.00, jumlah anggota dewan yang hadir masih juga kurang dari 50 persen, akhirnya pimpinan rapat terpaksa memulai rapat di tengah banyak kursi kosong.

Anggota DPRD Ogan Ilir Pertanyakan Fasilitas RSUD Ogan Ilir yang Serba Kurang

Hadiri Musrenbang Kecamatan Komisi I DPRD OI Minta Usulan Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Informasi yang dihimpun sripo menyebutkan, Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir dengan agenda mendengarkan pandangan Fraksi tersebut, seharusnya digelar beberapa waktu lalu. Namun, rapat dibatalkan lantaran jumlah anggota yang hadir tidak banyak.

Lantas, bagian persidangan di sekretariat DPRD Ogan Ilir mengagendakan kembali Rapat Paripurna kemarin, Senin (8/4) pukul 10.00. Namun masih juga terjadi, dari 40 anggota dewan, mereka yang hadir hanya 18 orang. Padahal, sudah ditunggu. Bahkan, bagian sekretarian yang menghubungi langsung anggota DPRD, sebagian mengaku dalam perjalanan (OTW) dan izin. Namun setelah ditunggu selama dua jam, anggota dewan yang OTW tak juga kelihatan.

"Kami sudah hubungi, dan sempat menunggu dua jam. Absensi masih juga tak kuorum," kata Sekretaris Dewan Muksinah. Melihat anggota yang hadir tak juga kuorum, Ketua DPRD Ogan Ilir Endang PU Ishak yang memimpin sidang, langsung membuka rapat paripurna untuk mendengarkan padangan umum fraksi. Kendati, suasana di gedung DPRD OI Tanjung Senai tampak sepi dan banyak kursi DPRD ditinggalkan pemiliknya.

Beberapa pejabat dan ASN yang hadir di acara itu, mengaku tidak nyaman dengan suasana tersebut. Bahkan ada yang mengaku, pemadangan bangku kosong DPRD Ogan Ilir ini, bukan hal baru. Tapi sudah biasa terjadi.

Kesehatan
Pada pandangan umum fraksi, sepertinya pelayanan kesehatan menjadi sorotan. Disamping itu, juru bicara fraksi partai Golkar, Nasdem dan fraksi berkibar juga menyoroti tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejak lima tahun terakhir.

Seperti diungkapkan juru bicara Fraksi Partai Golkar, Iqbal. Ia mengungkapkan pelayanan bidang kesehatan perlu ditingkatkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. "Kami mendesak kepada Bupati untuk mengoptimalkan pelayanan medis bidang kesehatan di RSUD Ogan Ilir," tuturnya.

Dijelaskan Iqbal, selama ini untuk memperoleh layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu RSUD Ogan Ilir tidaklah mumpuni, baik dari segi fasilitas, sarana prasarana hingga tenaga medis, semuanya kurang. Bahkan, kebanyakan warga kurang mampu yang hendak berobat, mereka umumnya dirujuk ke rumah sakit yang ada di Palembang.

Ia juga meminta kepada pihak eksekutif untuk mendata ulang sektor pajak dengan mengutamakan SDM-SDM yang handal. "Ada hal lain yang harus diperhitungkan yakni potensi-potensi PAD dari sektor pajak," pinta Iqbal.

Sementara juru bicara fraksi partai Nasdem Afrizal dalam pandangan umumnya juga menyinggung persoalan kinerja petugas pelayanan medis, seperti rumah sakit dan Puskesmas yang belum terpenuhi secara maksimal. (cr7)

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved