BI Gelar Seminar Mendukung Ekonomi Indonesia melalui Budaya Investasi

Sejak tahun 2016, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel pun telah mendirikan 10 BI Corner yang tersebar di Sumsel.

BI Gelar Seminar Mendukung Ekonomi Indonesia melalui Budaya Investasi
SRIPOKU.COM/MG3
peresmian BI Corner di perpustakaan pusat Universitas Muhammadiyah Palembang, Senin (08/04/2019). 

Laporan Sripoku.com, Jati Purwanti 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel Gelar Seminar Mendukung Ekonomi Indonesia melalui Budaya Investasi yang diisi seminar motivasi oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz dan kajian ekonomi Syariah oleh Direktur PT Bahana TCW Investment, Budi Hikmat yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Senin (08/04/2019).

Pada kegiatan tersebut juga sekaligus dilakukan peresmian BI Corner di perpustakaan pusat UMP.

Kepala Perwakilan Kantor BI Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan dengan adanya BI Corner ini agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para mahasiswa untuk mengakses informasi dan literasi secara lebih mudah dan cepat.

Sejak tahun 2016, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel pun telah mendirikan 10 BI Corner yang tersebar di Sumsel.

"BI Corner juga sebagai sarana komunikasi kebijakan dan ketentuan BI kepada masyarakat luas," katanya.

Yunita menambahkan, dalam waktu dekat Perwakilan BI Provinsi Sumsel pun akan menggelar Pekan Investasi Syariah demi mengenalkan potensi bisnis syariah kepada masyarakat.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir mengatakan sebaiknya masyarakat mengedepankan ekonomi syariah dan jangan hanya tahu dengan kondisi ekonomi global saja.

Apalagi, menurutnya beberapa tokoh besar di bidang ekonomi atau pemain-pemain dunia seperti GP Morgan, Daniel Goleman, Lehman Brothers dan dan lainnya hanya berkutat di bisnis konvensional.

"Sudah bagus bila BI menawarkan tentang bisnis Syariah," tambahnya.

Dengan potensi sumber daya manusia yang besar dan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, perekonomian Indonesia semakin berkembang bila mengembangkan bisnis syariah.

"Bahkan Rusia saja ingin belajar tentang Ekonomi Syariah kepada Indonesia. Harus dikembangkan meski sebenarnya masih banyak masyarakat Indonesia yang antipati terhadap bisnis syariah," terangnya.(mg3)

===

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved