Melati Agrifitrianti, Pilih Pulang Pergi Palembang-Indralaya Ketimbang Harus Ngekos

Meski harus menempuh jarak cukup jauh dan terpaksa pulang pergi Palembang-Indralaya, namun Imel enggan tinggal serta ngekos di dekat Unsri. Ia lebih m

Melati Agrifitrianti, Pilih Pulang Pergi Palembang-Indralaya Ketimbang Harus Ngekos
SRIPOKU.COM/OCA
Melati Agrifitrianti, mahasiswi Agroekoteknologi Universitas Sriwijay 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Perjuangan panjang setiap hari harus ditempuh oleh Melati Agrifitrianti mahasiswi Agroekoteknologi Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya. Ia setiap hari terpaksa harus pulang pergi Palembang-Indralaya menuju kampusnya.

Meski harus menempuh jarak cukup jauh dan terpaksa pulang pergi Palembang-Indralaya, namun Imel enggan tinggal serta ngekos di dekat Unsri. Ia lebih memilih tetap tinggal di Palembang bersama keluarganya.

"Dulu waktu semester awal sempat ngekos tapi hanya sebulan. Karena tidak nyaman dengan lingkungan dan lebih enak di Palembang jadi saya tak lagi ngekos di Indralaya," ujarnya mengawali pembicaraan perjuangan kuliah di Unsri Indralaya, Senin (1/4/2019).

Diakuinya, resiko berkuliah di luar kota membuat ia terpaksa harus pulang pergi Palembang-Indralaya menggunakan bus kota untuk menuju ke kampus.

Selain jarak yang cukup jauh, untuk menuju Unsri Indralaya wanita berhijab ini mengaku tantangan lainnya adalah harus berebutan setiap hari bersama puluhan mahasiswa asal Palembang lainnya untuk naik bus.

Tak jarang ia pun kerap ketinggalan Mata Kuliah (MK) karena telat tak dapat bus dari Palembang menuju Indralaya.

"Kalau PP itu resikonya harus berebutan naik bus. Kalau ketinggalan MK itu seringkali karena tak ada bus," ungkapnya sambil tersenyum simpul.

Tak hanya itu, Imel pun terpaksa harus sebisa mungkin mengelola uang jajannya sehari-hari. Lantaran untuk ongkos ke kampus paling tidak ia akan mengeluarkan biaya Rp 20 ribu biaya pulang pergi.

"Uang jajan itu dikasihnya Rp 50 ribu termasuk ongkos kuliah. Ya, harus pintar-pintar kita untuk mengola uang jajan dan kebutuhan mendadak lainnya," jelas Imel.

Kendati harus merasakan capek menempuh jarak yang cukup jauh untuk berkuliah, namun mahasiswi kelahiran Palembang, 18 April 1994 ini mengaku lebih suka tinggal bersama orang tua ketimbang ngekos dikarenakan bisa dekat dengan keluarga dan banyak teman bareng menuju ke Indralaya dari Palembang.

"Lebih enak pulang pergi ke Indralaya karena banyak teman juga. Terus kalau capek, balik ke rumah ketemu sama orang tua itu rasa capeknya hilang seketika," katanya. (Odi Aria)

====

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved