Kasus Pembunuhan Pendeta di Sungai Baung

Sempat Sibak Penutup Wajah Hendri, Takut Identitas Terbongkar; Melinda Dicekik 30 Menit

Nang (20) dan Hendri (18) tertunduk lesu mengakui telah membunuh seorang Vikaris atau calon pendeta bernama Milenda Zidemi (24) warga Nias Selatan,

Sempat Sibak Penutup Wajah Hendri, Takut Identitas Terbongkar; Melinda Dicekik 30 Menit
SRIPOKU.COM/Dokumen
Ilustrasi - Melinda Dicekik 30 Menit. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Nang (20) dan Hendri (18) tertunduk lesu mengakui telah membunuh seorang Vikaris atau calon pendeta bernama Milenda Zidemi (24) warga Nias Selatan, di Sungai Baung, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.

Kedua tersangka sudah seminggu berencana menghadang dan memperkosa korban. Rencana tersebut sudah disusun sejak berada di mess karyawan yang terletak satu komplek dengan mess korban.

Beredar Cuplikan Diduga Video Detik-detik Penangkapan Pelaku Pembunuh Melinda Dibawa ke TKP

Keluarga Melinda Tiba di Palembang, Mengaku Lega Kedua Pelaku yang Membunuhnya Tertangkap

"Sudah seminggu kami rencanakan untuk diperkosa. Sudah kami incar dari mess kantor. Kami obrolin bagaimana ini kita perkosa saja. Memang dia (korban) saya suka tapi Hendri punya rencana untuk memperkosa. Saya setuju dengan rencana itu," ujarnya mengaku saat di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3).

Menurutnya, selama seminggu sebelum kejadian itu, keduanya sudah mengikuti keseharian dan mengetahui jadwal sang korban ketika sore hari.

"Kami tau kalau sore hari dirinya punya jadwal selalu ke pasar. Jadi kami kepikiran untuk menghadang," jelas Nang.

Nang sebelumnya mengaku memiliki ketertarikan dengan korban dan berencana untuk mendekati korban. Kedua tersangka Nang dan Hendri mengaku bekerja sebagai buruh harian di perkebunan sawit itu.

Rasa dendam tersangka muncul ketika terhina oleh perkataan korban, yang menyakitkan. Dirinya dihina saat mencoba berkenalan dengan korban.

"Aku pernah cek-cok sama dia, pernah bilang suka sama dia (korban), dia bilang saya jahat (jelek). Saya kesal karena dihina seperti itu," ungkap tersangka dihadapan Kapolda.

Atas dasar hinaan tersebut, kedua tersangka berniat memperkosa korban. Namun, sebelum diperkosa, korban dihadang terlebih dulu.

"Awalnya mau kami perkosa berdua. Tapi korban berontak dan memohon. Dia bilang kalau sedang mens. Saya lihat memang korban menggunakan softek. Jadi saya hanya menggunakan jari saja, Hendri yang menyingkap baju korban. Saya remas payudaranya," jelasnya.

Korban yang dibekap sempat berhasil membuka ikat tutup kepala Hendri. Karena kesal diketahui, pelaku mencekik korban hingga 30 menit.

"Hendrik cekik pertama, terus saya juga. Ada sekitar 30 menit saya lakukan," jelasnya. (mg2)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved