161 Korban Siti Nurliza, Total Uang Arisan Online Nyaris Rp 1 Miliar

Setelah melengkapi berkas atas permintaan SPKT Mapolresta Palembang, laporan korban arisan online yang dibandari Siti Nurliza (20) akhirnya sudah dite

161 Korban Siti Nurliza, Total Uang Arisan Online Nyaris Rp 1 Miliar
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Sejumlah korban arisan online melaporkan Bandarnya Siti Nurliza ke SPKT Mapolresta Palembang. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Setelah melengkapi berkas atas permintaan SPKT Mapolresta Palembang, laporan korban arisan online yang dibandari Siti Nurliza (20) akhirnya sudah diterima. Diketahui, yang membuat laporan ini berjumlah 11 member.

Para Korban Arisan Online Laporkan Bandar ke Polresta, Kerugian Capai Hingga Rp 1 M

Dinding Rumah Siti Nurliza, Bandar Arisan Online, Dicoret-coret Korbannya yang Kesal

Dari penuturan beberapa member, total member arisan online Siti Nurliza mencapai 161 orang. Adapun total nominal uang yang diduga sudah dilarikan Siti hampir mencapai angka Rp 1 miliar, yakni Rp 960 jutaan. Kabarnya, korban yang belum membuat laporan akan menyusul melakukan hal yang sama.

Salah satu perwakilan pelapor, Joko Otomo Putra (21), mengatakan sebelum Siti dan keluarga meninggalkan rumahnya para member arisan sempat berkumpul di rumah terlapor untuk membicarakan masalah arisan yang tak dibayar tersebut. Saat itu, para member ini mendapat pernyataan maaf dari terlapor dan dirinya meminta waktu untuk mentransfer uang kepada anggotanya sesuai urutan.

"Itu kami buat perjanjian di atas materai pak pada Kamis (21/3) Pukul 14.00 di rumah terlapor ," kata Joko, Kamis (28/3). Namun, usai melakukan perjanjian tersebut, pada Jumat (22/3) terlapor bersama keluarganya sudah meninggalkan rumah tanpa adanya pemberitahuan kepada membernya. Sejumlah member pun terus mendatangi rumah terlapor, tapi rumah tersebut terus dalam keadaan kosong. Hingga laporan dibuat, bandar arisan online yang diketahui juga pemilik owner Liza Shop ini tak kunjung ada kabar.

Selama kasus ini beredar, member yang selalu berupaya mencari keberadaan Siti kebanyakan dari kalangan mahasiswa. Namun, setelah laporan dibuat ternyata diketahui ada yang berharap uang arisan online ini menjadi modal nikah. Namun, karena si bandar kabur dengan membawa lari uang para member, rencana nikah di bulan lima ini terancam batal.

"Harusnya dapat Rp 45 juta yang akan menjadi modal nikah bulan lima ini. Namun, kami harus gigit jari mendapatkan kabar bandar sudah kabur," kata pelapor yang lain.

Korban penipuan bermoduskan arisan online yang digerakkan Siti ternyata tidak hanya berdomisili di Sumsel. Ada sepasang suami isteri yang tinggal di Padang juga sudah menjadi korban. Uang mereka yang dilarikan bandar mencapai Rp 80 juta.

Informasi yang dihimpun, Siti memang satu tahun terakhir dikenal sebagai bandar arisan online. Saat ini Siti membawa uang arisan 161 anggotanya dengan jumlah yang berbeda-beda dengan total keselurahan mencapai Rp960 juta.

"Ya pak kalau secara total terlapor membawa kabur uang membernya mencapai Rp 960 juta tapi baru terdata dan melaporkan kasus ini ada sekitar 11 member dengan total kerugian Rp 111.450.000," katanya.

Namun, lanjut para pelapor ini, para member lainnya yang menjadi korban arisan online Liza Shop siap menyusul membuat laporan ke pihak berwajib.

Kepala SPKT Polresta Palembang, Ipda M Riduansyah, membenarkan adanya laporan korban terkait owner arisan online membawa kabur uang para membernya tersebut. "Laporan sudah kita terima dan akan kita tindak lanjuti kasus ini, namun bagi member lainnya yang ingin ikut melaporkan kasus ini silakan datang ke SPKT Polresta Palembang," ungkapnya. Pasalnya dari penuturan para pelapor ada sekitar 161 member yang menjadi korban arisan online ini. Sementara untuk tindak pidananya sendiri akan terkena pasal 372 KUHP dengan hukuman maksimal empat tahun penjara dan juga terkena pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara. (diw)

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved