Tarif Ojol 1 Mei Rp 1.850 per Km, Penumpang Kembali Lirik Ojek Konvensional

Mulai 1 Mei 2019, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan tarif baru ojek online (Ojol) Rp 1.850 per km. Selain tarif, juga mengatur mengenai

Tarif Ojol 1 Mei Rp 1.850 per Km, Penumpang Kembali Lirik Ojek Konvensional
SRIPOKU.COM/Zaini
FITUR KEAMANAN -- Dari kiri kekanan Teuku Parvinanda ( Head Regional Corporate Affairs GOJEK Sumatra,) Alvita Chen (Senior Manager Corporate Affairs GOJEK) , Dian L. Toruan - (Regional Corporate Affairs Manager GOJEK Wilayah Sumatera) dan  Anindya Restuviani (Co-Director Hollaback) beri penjelasan di acara peluncuran fitur keamanan sekaligus menggagas gerakan anti kekerasan di Resto 3 Nyonya Palembang. Rabu (27/3/2019) 

SRIPOKU.COM - PALEMBANG - Mulai 1 Mei 2019, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan tarif baru ojek online (Ojol) Rp 1.850 per km. Selain tarif, juga mengatur mengenai keselamatan transportasi roda dua tersebut.

Dengan aturan itu, maka minimal penumpang harus bayar Rp 8.000-10.000, untuk jarak perjalanan di bawa 4 km. Atas ketentuan itu, sejumlah penumpang mengaku kemahalan bila penumpang minimal membayar Rp 10.000. "Biasanya kalau kita jarak dekat bayar Rp 5.000," kata Badria, seraya mengaku bila naik ojek konvensional lebih murah, maka bila jarak dekat dia akan memilih ojek konvensional.

Tarif Ojek Bikin Peserta Jamnas Pusing

Inilah Tarif Resmi Ojek Online Grab dan Gojek dari Kemenhub di Tiga Zona Indonesia Mulai 1 Mei 2019

Hal yang sama dikemukakan Ronal, mahasuiswa UIN Palembang, yang mengaku biasanya naik ojek online dari rumahnya km-6 ke kampus UIN Raden Fatah rp 5.000-6.000. Karena itu, dia keberatan bila harus bayar Rp 10.000. "Kalau terlalu besar naiknya, saya yakin warga pilih ojek alternatif," katanya.

Dinas Perhubungan Kota Palembang telah mendapatkan sosialisasi mengenai Peraturan Menteri Perhububgan RI nomor 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat dan keputusan Menteri Perhubunga RI nomor 348 tahun 2019.

Tarif Ojol sendiri dibagi pada tiga zona, Batas bawah tarif paling rendah ditetapkan sebesar Rp1.850 per km, sedangkan batas atas tarif paling tinggi ditetapkan sebesar Rp 2.600 per km.

Untuk wilayah Sumatera termasuk Palembang sendiri tarif ditetapkan sebesar Rp 1.850 per kilometer. Sedangkan PM 12 tahun 2019, dalam peraturan tersebut terdapat 21 pasal dan delapan bab, meliputi dari keselamatan, keamanan, kenyamanan, keteraturan, keterjangkauan, suspend dan biaya jasa.

Misalnya pada pasal tentang keselamatan, pengemudi tak diperbolehkan mengangkut lebih dari satu penumpang. Harus mengenakan jaket yang disertai identitas, menggunakan celana panjang, sepatu, sarung tangan, membawa jas hujan dan helm berstandar SNI.

Pada aspek keamanan aturan tersebut mengatur bahwa mengenai identitas pengemudi dan sepeda motor harus sama dengan yang tertera di aplikasi serta dari sisi aplikator harus melengkapi aplikasinya dengan fitur tombol darurat.

Pada aspek kenyamanan pengemudi harus memakai pakaian yang sopan, bersih dan rapih. Pengemudi juga harus berprilaku ramah dan sopan serta dilarang merokok saat mengantar penumpang. Pada aspek keteraturan, pengemudi harus berhenti, parkir, menaikan, dan menurunkan penumpang ditempat yang aman. Pihak aplikasi harus menyediakan shelter.

Salah seorang yang biasa menggunakan Ojol, Rani mengatakan, mengenai aturan tarif yang dibuat pemerintah dirinya belum baca seutuhnya. Tapi sepintas dia mengetahui bahwa mulai Mei tarif Ojol di wilayah Sumatera Rp 1.850 per kilo meter.

Halaman
12
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved