Berita Palembang

Waspada! Lima Hari ke Depan Sumsel akan Terus Diterpa Hujan Tinggi Disertai Angin Kencang

BMKG mengimbau kepada masyarakat Sumsel agar waspada. Sebab, selama lima hari ke depan Bumi Sriwijaya bakal terus diterpa hujan tinggi disertai angin

Waspada! Lima Hari ke Depan Sumsel akan Terus Diterpa Hujan Tinggi Disertai Angin Kencang
SRIPOKU.COM/SHAFIRA
ILUSTRASI HUJAN 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat Sumsel agar waspada. Sebab, selama lima hari ke depan Bumi Sriwijaya bakal terus diterpa hujan tinggi disertai angin kencang.

Kasi Data dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Bambang Beny mengatakan saat ini posisi matahari di atas ekuator/ khatulistiwa menyebabkan temperatur udara cenderung lebih panas dari biasanya dari pagi hingga menjelang siang hari, hal ini merupakan indikasi musim transisi.

"Saat ini sedang terjadi masa transisi. Jadi sampai lima hari ke depan Sumsel bakal diterpa hujan deras," ujarnya, Selasa (26/3/2019).

Bambang menjelaskan, dampak dari masa transisi menyebabkan pasokan uap air dari laut Cina selatan menjadi melimpah seiring masih aktifnya angin muson baratan, sehingga mengakibatkan potensi hujan pada sore hari hingga malam hari semakin tinggi.

Tak hanya hujan deras, dalam kondisi ini juga diikuti angin kencang seiring perbedaan tekanan permukan yang tinggi akibat kenaikan suhu signifikan pada pagi menjelang siangnya.

"Paskoan uap air dari laut Cina melimpah, sehingga menyebabkan potensi hujan tinggi di Sumsel," jelas Bambang.

Selain itu, respon terhadap kenaikan suhu antara permukaan yang tertutup (aspal, semen, dsb) dan permukaan yang terbuka (tanah, rawa, gambut, dsb) yang berbeda inilah memicu perbedaan tekanan permukaan.

Kondisi ini diperburuk dengan gangguan badai tropis veronica pusat-pusat tekanan rendah di Samudera Hindia selatan Jawa yang mengakibatnya terjadinya konvergensi (pertemuan massa udara) yang sarat uap air di wilayah Sumatera Selatan yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan (konvektif).

"Seiring kadar air tanah yang jenuh dikarenakan musim hujan mengakibatkan potensi genangan hingga banjir akan semakin tinggi dan untuk daerah dataran tinggi berpotensi pergeseran tanah/ longsor," ungkapnya.

5 Aplikasi Penyadap WhatsApp yang Terbukti Berfungsi, Begini Cara Sadapnya!

Bukan Raffi Ahmad, Pria Ini Mendadak Pamer Foto Mesra sama Ayu Ting Ting, Profesinya tak Terduga!

Ayah Perkosa Anak Kandung, Suswanto tak Berkutik Diringkus saat Antre di Tukang Urut

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved