Penemuan Mayat Wanita di Sungai Baung
Jasad Pendeta Melinda Zidemi Tiba di RS Bhayangkara Palembang, Kerabat dan Keluarga Korban Syok
Jenazah pendeta Melinda Zidemi (24) dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang usai menempuh perjalanan sungai, dari Sungai Baung
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jenazah pendeta Melinda Zidemi (24) dibawa ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang usai menempuh perjalanan sungai, dari Dusun Sungai Baung, Air Sugihan, Kecamatan OKI, Sumatera Selatan.
Jenazah pendeta tersebut ditemukan meninggal dunia di perkebunan Sawit PT PSM, Divisi 3 Sungai Baung, dengan tangan dan kaki terikat serta tanpa menggunalan celana.
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah korban tiba di ruang forensik.
Yanti Zidemi (20) tak bisa menahan tangisnya usai sampau di instalasi forensik. Dirinya nangis terisak membayangkan tubuh kakaknya terbujur kaku.

• Melinda Zidemi Sudah Menjadi Pendeta, Sebelum ke Nias Jasad akan Dibawa ke GKII Sekojo Palembang
• Video: Melinda Zidemi Gadis Yang Ditemukan Tewas di Sungai Baung Ternyata Akan Menikah
• Pulang dari Belanja Melinda Zidemi Dihadang Dua Orang Pakai Penutup Muka, Berikut Kronoligisnya
"Rencana mau dibawa ke GKII Sekojo, ada paman saja nanti mau datang ke sini dari Nias," ujarnya sambil terisak.
Sementara, tetangga korban selama di Sungai Baung, Diana (30) mengaku jika sebelumnya korban sempat mampir ke rumah dirinya untuk mengobrol setelah pulang dari pasar.
Dirinya sempat meminta korban bermalam di rumahnya, karena Hari sudah akan gelap.
"Hari sudah mau hujan, saya suruh dirinya untuk mampir dulu. Tapi dia memilih buat pulang. Saya tinggal di divisi 1 sedangkan korban tinggal di divisi 4 dan ditemukan tidak bernyawa di divisi 3. Kami baru tau korban menghilang jam 10 malam," jelasnya mengenang korban.

• Melinda Zidemi Berasal dari Nias Sumut dan akan Menikah Juni, Korban Pembunuhan di Sungai Baung OKI
• BREAKING NEWS: Wanita Bernama Melinda Ditemukan Tewas di Sungai Baung OKI, Diduga Korban Pemerkosaan
• Sesosok Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Aliran Sungai Macan Lindungan Palembang
Kedekatan Diana dan korban sudah seperti keluarga. Diakui Diana jika selama ini korban sangat dekat dengan keluarganya, terutama anak-anaknya.
"Anak saya nangis waktu korban mau pulang. Dia bilang jangan pulang ke korban. Tapi karena Hari sudah mau sore, korban memilih pulang," jelasnya.