Hapus Monopoli Maskapai , Tekan Kenaikan Harga Tiket

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah menempuh kebijakan baru, salah satunya dengan menghapus monopoli maskapai penerbangan

Hapus Monopoli Maskapai , Tekan Kenaikan Harga Tiket
SRIPOKU.COM/DOK
Herlan Aspiudin, Ketua PHRI Sumsel 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Meski sejumlah maskapai telah menurunkan harga tiket pesawat namun faktanya harganya tetap tinggi. Daya beli penumpang pun menurun drastis dan kondisi itu pun berimbas pada merosotnya okupansi hotel, termasuk di Palembang. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta pemerintah menempuh kebijakan baru, salah satunya dengan menghapus monopoli maskapai penerbangan yang melayani rute-rute lokal.

Hal itu diungkapkan Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin kepada sripo, Selasa (26/3). Mengacu hasil keputusan pertemuan antara BPD PHRI, Kementrian Perhubungan dan Kementrian Maritim beberapa waktu lalu di Jakarta, telah merumuskan beberapa keputusan, salah satunya dengan memberikan izin terbang bagi maskapai Air Asia dan Scoot agar ikut meramaikan penerbangan domestik. Diketahui selama ini, dua maskapai tersebut hanya melayani rute-rute ke luar negeri.

"Jika ada sudah terjadi tentu yang diuntungkan adalah penumpang karena tidak ada lagi monopoli penerbangan maskapai domestik. Tentu akan melahirkan persaingan yang sehat," ujar Herlan.

Begini Cara Beli Tiket Kereta Api di Indomaret atau Alfamart dari Kasir atau LCD di Minimarket

Lebaran Idul Fitri Masih Dua Bulan Lagi, Tiket Kereta Api Ekonomi Sudah Ludes Terjual

Herlan memaparkan, faktanya saat ini hampir semua rute penerbangan internasional dua maskapai itu harganya sangat kompetitif sekali dan jauh lebih murah dibandingkan harga tiket rute domestik. Terbang dari Palembang ke Malaysia saja jauh lebih murah dibandingkan rute Palembang-Jakarta yang sangat tinggi.

"Karena pasar internasional pemainnya sangat banyak makanya kompetisi sehat tak ada monopoli tentu yang diuntungkan konsumen. Faktanya harganya sangat murah,"katanya. Fakta itu, sebut Herlan, sebaiknya jadi rujukan dari pemerintah agar penumpang tak terbebani dengan harga tiket yang mahal.

Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Palembang-Halim Perdanakusuma, Cek Jadwal & Harga Tiket!

Saat ini saja, sebut dia, okupansi hotel di Indonesia bahkan di Palembang merosot drastis dari sebelumnya dikisaran 80 persen kini hanya bermain diangka 40an persen. Tentu ini sangat miris. Mahalnya harga tiket juga berpengaruh terhadap pengurangan flight hampir diseluruh maskapai. Bahkan data pada Januari saja, pengurangan itu capai 1079 kali penerbangan dari kondisi normal. Kondisi itu, kata Herlan, jangan dibiarkan saja. PHRI tentu tidak akan tinggal diam. Bahkan BPD PHRI beberapa waktu lalu telah bertemu dengan presiden RI, Jokowi dan saat itu Jokowi langsung meminta semua pihak melakukan evaluasi termasuk meminta Pertamina melakukan penurunan harga avtur pesawat.

Dibalik Makna Seragam Pramugari Maskapai Indonesia, No 4 Ada Campur Tangan Miss Indonesia Pertama

Dan saat ini pun, katanya, telah terjadi penurunan avtur pesawat namun kenyataanya harga tiket pun masih tinggi. Maskapai pun, seperti Garuda yang nota bene adalah perusahaan milik negara pun juga telah melakukan langkah kongkrit dengan menurunkan harga tiket pesawat. Namun tetap saja, harga tiket masih tinggi. "Avtur sudah turun, Garuda juga sudah turunkan harga tiket 20 persen tapi kenyataan harga tiket masih tinggi," katanya.

Dari kacamata itu, solusi yang sudah dijalankan belum memberikan dampak signifikan. Bahkan, informasinya pemerintah juga kini telah memberikan respon positif terhadap perusahaan AKR yang akan memsuplai avtur yang selama ini dimonopoli oleh pertamina. Bahkan dari hasil pertemuan tersebut, terungkap bahwa AKR saat ini sedang melakukan proses perizinan dan didesak bisa beroperasi pada 1 April, mendatang. Artinya, kata Herlan, bila monopoli avtir pesawat saja bisa dilakukan pemerintah mengapa tidak membiarkan maskapai lain masuk ke pasar penerbangan domestik juga.

"Ini yang kita harapkan, karena masyarakat juga yang akan diuntungkan,"katanya.

Inilah Beda Gaji Pramugari di 7 Maskapai Penerbangan Indonesia, Senior Bisa Capai 30 Juta Rupiah Lho

Info Terbaru dan Ketentuan Lengkap Terkait Jatah Bagasi Pesawat Semua Maskapai di Indonesia

Maskapai juga, menurut Herlan jangan terlalu arogansi dalam menaikan tiket pesawat yang kenaikannya sudah diatas level 100 persen. Dia khawatir ini akan jadi bomerang bagi perusahaan maskapai tersebut karena beberapa proyek infrastruktur di Indonesia, salah satunya jalan tol Trans Sumatera saja sudah hampir rampung. Dengan jarak tempuh Palembang-Jakarta yang hanya empat hingga lima jam saja bukan tidak mungkin masyarakat Palembang yang ingin ke Jakarta akan kembali naik jalur darat dibandingkan mereka harus beli tiket yang harganya mahal.

"Ya anggap saja mereka naik pesawat lalu delay, apalagi beberapa maskapai juga banyak yang delay tiga jam, jarak tempuh satu jam. Artinya sama saja kan," katanya. (why)

Penulis: Dewi Handayani
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved