Minimalisir Kecurangan , Penduduk Miskin Kota Palembang Bakal Didata Ulang Usai Pemilu

Pendataan penduduk miskin di Kota Pelmbang dari rencana awal dilakukan pada Bulan Maret 2019 ini, kini diundur usai Pemilihan Umum (Pemilu)

Minimalisir Kecurangan , Penduduk Miskin Kota Palembang Bakal Didata Ulang Usai Pemilu
SRIPOKU.COM/ CR2
Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Palembang, Aprilita Sari. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan Palaspa 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pendataan penduduk miskin di Kota Pelmbang dari rencana awal dilakukan pada Bulan Maret 2019 ini, kini diundur usai Pemilihan Umum (Pemilu) baik Pilpres dan Pileg pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Hal ini dilakukan guna meminimalisir kecurangan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan kecurigaan ditengah masyarakat.

Demikian dikatakan Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Palembang Aprilita Sari, Senin (25/3/2019).

Menurut dia, pendataan penduduk miskin tahun ini akan dilakukan pada minggu ke 3 Bulan April 2019 tepatnya tanggal 22 April 2019.

"Pengunduran ini kita lakukan usai Pilpres dan Pileg, selain menghindari adanya data palsu yang beredar di tengah masyarakat,” ungkap Aprilita Sari.

Penyerahan SK Kenaikan Pangkat 630 PNS Musirawas Tuntas

Temukan Pelanggaran, Pengawas TPS Berwenang Sampaikan Keberatan. 25.326 Pengawas TPS Dilantik

Pendataan akan dilakukan selama 1 minggu dengan melibatkan sebanyak 1800 petugas pendata yang tersebar di seluruh Kota Palembang.

Berdasarkan data BDT (Basis Data Terpadu) jumlah penduduk kurang mampu di Palembang sekitar 108 ribu Kepala Keluarga atau sekitar 10 persen dari jumlah penduduk Kota Palembang.

"Ini artinya terjadi penurunan jumlah penduduk miskin dari pendataan sebelumnya 12 persen menjadi 10 persen. Paling banyak ditemukan di Kecamatan SU I dan Kertapati," ujarnya.

Malu! Siswi SMA di Pagaralam Ini Tega Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarang dengan Seorang Mahasiswa

Penyebab penurunan angka kemiskinan ini kata dia, salah satunya adalah taraf kehidupan masyarakat yang sudah baik, misalnya penduduk memiliki usaha yang telah berkembang.

Untuk menentukan penduduk miskin memiliki 14 kriteria, namun bukan berarti harus memenuhi seluruhnya, lantaran cukup memenuhi 9 kriteria.

Lebaran Idul Fitri Masih Dua Bulan Lagi, Tiket Kereta Api Ekonomi Sudah Ludes Terjual

"Beberapa diantaranya yakni, luas lantai rumah 8 meter, alas rumah tanah, dinding terbuat dari rumbia atau setengah semen dan papan. Tak punya pekerjaan tetap, penghasilan satu bulan sekitar Rp 400 ribu, membeli pakaian satu tahun hanya 2 lali, serta dia tak punya simpanan lebih dari Rp 700 ribu," jelasnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved