Bapenda Sumsel Akui Naiknya BBN 1 Salah Satu Penyumbang Over Target PAD

"Untuk PAD terjadi peningkatan 2018 terjadi over target. Dari target Rp 883 M realisasi sampai 31 Desember 2018 sebesar Rp 981 M lebih atau 111,16 per

Bapenda Sumsel Akui Naiknya BBN 1 Salah Satu Penyumbang Over Target PAD
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para wajib pajak mengurus pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat Palembang 1. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Seiring dengan kenaikan BBN 1 (Bea Balik Nama kendaraan bermotor pertama) sejak Agustus 2017 mengalami perubahan menjadi 12,5 persen, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel mengakui menjadi salah satu penyumbang over targetnya PAD (Pendapatan Asli Daerah).

"Untuk PAD terjadi peningkatan 2018 terjadi over target. Dari target Rp 883 M realisasi sampai 31 Desember 2018 sebesar Rp 981 M lebih atau 111,16 persen..

Sementara targetnya 2019 BBN 1 Rp 893 M. Sekarang capaiannya sudah Rp 205,9 M per 23 Maret 2019 23,6 persen.

Sedangkan target pajak daerah provinsi 2019 sebesar Rp 3 T lebih realisasinya per 23 Maret 2019 capaianya Rp 584 M lebih atau 19,36 persen. Ini kan yang terlihat sehari-harinya baru PKB dan BBN. Sedangkan pajak lainnya awal bulan baru masuk capaiannya," ungkap Kabapenda Sumsel Dra Hj Neng Muhaiba MM melalui Kabid Pajak Bapenda Sumsel Emmy Surawahyuni SE MM, Senin (25/3/2019).

Aturan BBN 1 ini sendiri diatur dalam UU No 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Turunannya berdasarkan Perda No 3 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah mulai berlaku 2011 tarif BBN 1 sebesar 10 persen.

"Sejak Agustus 2017 mengalami perubahan kenaikan menjadi 12,5 persen. Sebelum 2011 masih menggunakan Perda lama 2001 dengan besaran 10 persen. Di UU rentang BBN 1 (Bea Balik Nama kendaraan bermotor pertama) besarannya 10-20 persen. Makanya kenaikan di Sumsel.dari 10 menjadi 12,5 persen," kata Emmy.

Emmy menjelaskan, adapun alasan kenaikan BBN 1 di Sumsel menjadi 12,5 persen itu salah satunya untuk meningkatkan PAD dan lagi di UU tadi dimungkinkan di rentang antara 10-20 persen.

Ilustrasi kendaraan dinas berplat merah. dan Kabid Pajak Bapenda Sumsel Emmy Surawahyuni SE MM
Ilustrasi kendaraan dinas berplat merah. dan Kabid Pajak Bapenda Sumsel Emmy Surawahyuni SE MM (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

"Juga untuk membatasi pembelian kendaraan karena sudah tidak sebanding dengan ruas jalan. Orang akan mikir-mikir dulu kalau mau beli banyak mobil," jelasnya.

Emmy juga mengakui BBN menyumbang 30,14 persen pendapatan dari 5 jenis pajak daerah Provinsi Sumsel.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved