Perampok Gendam Sasar Taksi Online, Dihipnotis Lalu Dianiaya

Heriyanto (23) sama sekali tidak menyangka bila hari pertamanya kembali menjadi sopir taksi online justru berujung kejadian nahas yang menimpa dirinya

Perampok Gendam Sasar Taksi Online, Dihipnotis Lalu Dianiaya
ist
Ilustrasi Cara Pelaku Gendam 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Heriyanto (23) sama sekali tidak menyangka bila hari pertamanya kembali menjadi sopir taksi online justru berujung kejadian nahas yang menimpa dirinya.

Heriyanto adalah sopir taksi online yang menjadi korban begal di Jalan Sukawinatan Palembang, Jumat (22/3/2019).

Ki Joko Bodo Tobat Usai Umroh, Buang Ilmu Gendam Putih Ubah Penampilan Sulit Dikenali

Diduga Kena Gendam, 86 Korban Dimas Kanjeng Yakin Mahar Dikembalikan 100 Kali Lipat

Saat ditemui, leher pria berkacamata itu masih dibalut perban putih. Baju dan celananya juga tampak terlihat ada bekas darah.

Namun dia sudah bisa bergerak dan melakukan aktifitas seperti biasa. Korban menuturkan, dia sendiri tidak sadar bagaimana bisa sampai ke wilayah tersebut.

"Saya sendiri nggak sadar kenapa bisa ada di Sukawinatan,"ucapnya saat ditemui di sebuah ruko dikawasan Jalan Jendral Sudirman. Kejadian bermula sesaat setelah Heriyanto selesai mengantar penumpangnya yang seorang ibu-ibu ke ATM SPBU jalan AKBP Cek Agus Simpang Golf sekitar pukul 12.20 WIB.

Setelah itu korban kembali menjalankan kendaraannya menuju kearah jalan Bangau. "Saat itu kondisi pintu mobil tidak terkunci dan kaca samping mobil sedikit terbuka. Karena saya baru saja menurunkan penumpang,"ucapnya.

Namun belum lama menjalankan kendaraannya, tepatnya sebelum Simpang tiga jalan AKBP Cek Agus Simpang Golf, Heriyanto tiba-tiba menghentikan laju mobil karena mendengar teriakkan orang yang memanggilnya.

"Pas sebelum simpang tiga simpang Golf saya dengar ada yang teriak 'Om....'. Reflek saya berhenti,"ujarnya.

Tanpa ada negosiasi, orang yang memanggilnya itu langsung masuk ke dalam mobil. Dia mengatakan ada dua orang laki-laki yang memanggilnya saat itu. Satu orang langsung duduk di kursi depan samping supir. Satunya lagi duduk persis di belakang supir.

"Mereka itu masih muda, kira-kira usianya hampir sama seperti saya. Nah, orang yang duduk di depan langsung sentuh lengan tangan kiri saya. Nggak ditepuk, cuma disentuh sekali lewat saja. Sudah, habis itu saya nggak ingat apa-apa lagi,"ucapnya.

Heriyanto sendiri mengaku tidak sadar bila dia mengendarai mobil ke arah jalan Sukawinatan. Bahkan arah mana saja yang dilaluinya selama diperjalanan, sama sekali tidak teringat olehnya.

"Seperti dihipnotis gitu, saya sadarnya waktu sudah sampai di Sukawinatan. Persis lokasinya saya lupa, tapi yang jelas saya tahu kalau itu wilayah Sukawinatan. Itu kenapa saya langsung bilang 'nah kok bisa disini' karena saya sendiri heran. Perasaan tadi nggak mau kesini,"ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Shafira Rianiesti Noor
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved