Peredaran Premium Dikuasai Pengoplos

Peredaran BBM bersubsidi jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Pagaralam, sepertinya tidak tepat sasaran. Jumlah

Peredaran Premium Dikuasai Pengoplos
SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Peredaran BBM bersubsidi jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Pagaralam, sepertinya tidak tepat sasaran. Jumlah penampung yang telah memodifikasi tanki kendaraan, sejak awal sudah lebih dahulu mengantri bahkan menginap di SPBU. Alhasil, premium langsung cepat habis begitu selesai diturunkan dari truk pengangkut BBM dari transportir Pertamina.

Alpian Ancam Stop Suplai BBM Bersubsidi ke Pagaralam, Dinilai tak Tepat Sasaran

Mulai 1 April, Harga BBM Bersubsidi Untuk Premium Rp 6.450

Kondisi ini membuat berang Walikota Pagaralam Alpian Maskoni. Bahkan, ia akan meminta PT Pertamina (Persero) untuk menghentikan sementara penyaluran premium di kotanya.

Sikap Alpian Maskoni bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia melihat di sejumlah SPBU, jenis kendaraan itu-itu saja yang antre membeli premium. Bahkan, pembeli ini rela menginap di SPBU karena ingin mendapat tempat antri depan dan dilayani pengisian premiun yang pertama kali. Ada dua kemungkinan yang dilakukan si pembeli. Pertama premiun dijual secara eceran di desa terpencil. Namun ada juga dipakai sebagai bahan campuran (Oplos) dengan dengan minyak dari Muba dan Jambi.

"Kalau sudah tidak tepat sasaran, kita stop penyaluran premim di Pagaralam. Masyarakat semakin sulit mendapatkan Premium karena diborong. Padahal, mereka sudah antri lama," katanya.

Menurut Alpian, dirinya yakin BBM jenis premium atau minyak bensin itu tidak tepat sasaran karena BBM bersubsidi itu diperuntukan bagi masyarakat perpenghasilan rendah. Namun kenyataannya saat ini kendaraan yang mengisi BBM bersubsidi selalu kendaraan yang sama.

Kendaraan yang mengisi BBM tersebut juga banyak, bukan untuk dipakai sendiri, namun diduga dijual kembali. Bahkan parahnya diduga minyak yang dibeli dioplos dengan minyak mentah yang didatangkan dari Jambi dan Muba.

"Kami mendapat informasi jika ada oknum yang mengoplos minyak tersebut dengan minyak mentah. Hal ini jika digunakan dikendaraan kita maka akan cepat rusak," jelasnya.

Melihat kondisi ini Walikota mengancam akan meminta pihak Pertamina untuk menyetop suplay BBM bersubsidi ke Kota Pagaralam. Pasalnya selian tidak tepat sasaran juga menjadi aksi kejahatan dengan melakukan pengoplosan.

"Saya bisa saja meminta pihak Pertamina untuk tidak mengirim dan menyuplay BBM bersubsidi ke Pagaralam. Hal ini agar para oknum yang selalu menjadikan BBM bersubdisi ini menjadi bisnis mati dengan sendirinya," tegasnya.

Untuk mengetahui hal ini Wako akan meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan, khususnya prilaku pelaku usaha pemilik SPBU. "Kita akan awasi, namun jika tetap saja seperti ini maka saya akan minta suplay BBM Bersubsidi ke Pagaralam distop saja," ungkapnya. (one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved