Keluarga Tantowi Yahya di Palembang Sempat Panik Pasca Penembakan Brutal Jemaah di Selandia Baru

Keluarga Tantowi Yahya di Palembang Sempat Panik Pasca Penembakan Brutal Jemaah di Selandia Baru

Keluarga Tantowi Yahya di Palembang Sempat Panik Pasca Penembakan Brutal Jemaah di Selandia Baru
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Hj Dalilah Yahya didampingi sang suami H Rusdihar yang merupakan saudara kandung Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, Selasa (19/3/2019). 

Keluarga Tantowi Yahya di Palembang Sempat Panik Pasca Penembakan Brutal Jemaah di Selandia Baru

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tragedi penembakan brutal jemaah shalat Jumat di dua masjid di Christchurch di Deans Avenue dan Linwood Avenue Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) sekira pukul 13.40 waktu setempat membuat panik sejumlah pihak, termasuk keluarga Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia Tantowi Yahya.

“Kami sempat cemas mendengar kabar ada penembakan di Selandia Baru dan mencoba langsung menghubungi Tantowi Yahya yang berada di sana,” ungkap Hj Dalilah Yahya, kakak kandung Tantowi Yahya saat ditemui Sripoku.com di Palembang, Selasa (19/3/2019).

Menurut Dalilah Yahya tragedi penembakan di dua masjid di Selandia Baru ini merupakan perbuatan yang biadab.

Dalilah Yahya menyebut perbuatan itu sangat kejam karena melakukan seperti pembantaian saat jemaah sedang melakukan ibadah shalat Jumat.

Benarkah Penembakan Brutal di Selandia Baru Terpicu Game Kekerasan? Ini Jawabannya

Video 7 Fakta Aksi Penembakan Brutal Jemaah Shalat Jumat, di Christchurch Selandia Baru

Cerita Haru Warga Indonesia yang Berhasil Selamat dari Teror Penembakan di Selandia Baru

PM Selandia Baru Tuntut Penjelasan Facebook, Soal Video Teroris Yang Tersiar Di Media Sosial

“Kita khawatir karena ada keluarga di sana, namun kejadiannya jauh dari tempat Pak Tantowi. Kita baru lega karena pada sore harinya pak Dubes langsung mengadakan konferensi pers,” kata owner RM Pindang Mpok Dal di Jalan Pangeran Ratu Jakabaring Palembang ini.

Pasca kejadian sikap Pak Dubes sangat peduli, bahkan langsung mengambil tindakan cepat dengan melihat dan mengumpulkan WNI di suatu tempat yang dinilai aman.

Dalilah Yahya mengatakan tercatat ada 344 WNI yang ada di Christchurch dan ada dua orang WNI warga Sumbar yang menjadi korban penembakan di Selandia Baru ayah dan anak yang sempat kritis.

Namun kondisi keduanya sekarang sudah berangsur membaik dan sudah berkumpul dengan ibunya.

“Pak Dubes Tantowi Yahya langsung mencari bagaimana keadaan WNI di sana. Kemudian meminta pemerintah dan kepolisian terkait mencari tahu apa sebab pelaku dan meminta untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar tak terulang di kemudian hari,” ujarnya.

Daftar Fakta yang Berhasil Dihimpun Dari Tragedi Penembakan Masjid di Selandia Baru (New Zealand)

Ini Cerita Haru Para Pahlawan Ketika Aksi Teror di Masjid Selandia Baru Terjadi

Inilah Identitas Teroris yang Tertulis di Senjata Brenton Tarrant Pelaku Penembakan di Selandia Baru

“Untuk langkah kongkritnya Pak Dubes Tantowi Yahya belum memberi kabar. Namun dipastikan WNI sudah dalam keadaan aman,” katanya menambahkan.

Menurtut Dalilah Yahya, Tantowi Yahya sedang bekerja semaksimal mungkin demi kenyamanan dan keamanan WNI yang ada di Selandia Baru.

“Yang jelas mereka bekerja sesuai prosedur dan keinginan warga Indonesia, tidak ada diskriminasi dari pihak manapun,” ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved