Ketua FUI Sumsel: Oknum Caleg Gunakan Mistik Merusak Nilai Demokrasi

Dijelaskan Umar Said, kekuatan dengan pengaruh magic di luar kesadaran ini merusak teologis dan nilai politik karena pada dasarnya memilih itu sesuai

Ketua FUI Sumsel: Oknum Caleg Gunakan Mistik Merusak Nilai Demokrasi
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua FUI Sumsel Drs H Umar Said 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Masih banyaknya oknum para Calon Anggota Legislatif (Caleg).di tanah air yang menggunakan kekuatan dukun dan paranormal menjelang pemilu seperti Pileg yang akan berlangsung 17 April 2019 sangat disayangkan oleh Ketua FUI (Forum Umat Islam) Provinsi Sumsel Drs H Umar Said.

"Kalau sang Caleg melakukan doa sesuai syariat agama, melakukan sosialisasi, pengenalan itu kan ikhtiar sesuai dengan tuntunan agama. Namun kalau sudah melakukan upaya dengan mistik, cenderung mendekati syirik itu merusak nilai demokrasi. Itu yang namanya pendekatan mistik," ungkap Ketua FUI (Forum Umat Islam) Provinsi Sumsel Drs H Umar Said, Jumat (15/3/2019).

Tabrakan Beruntun di Jalan Palembang-Jambi, Satu Sopir Tewas Terjepit, Berikut Kronologisnya

Bermodal Kayu Aksi Kakek Hadang Maling Motor Ini Viral Di Media Sosial

Dijelaskan Umar Said, kekuatan dengan pengaruh magic di luar kesadaran ini merusak teologis dan nilai politik karena pada dasarnya memilih itu sesuai kapasitas dan kapabilitas.

"Masyarakat terus melihat bakal mampu gak sang Caleg ini nantinya melaksanakan toga program unggulan sesuai fungsinya yakni sebagai legislasi, budgeting, dan controling," kata Umar Said.

Menurutnya, ini sesungguhnya masyarakat dididik kapasitas akan tiga hal tersebut. Dikhawatirkan kalau masyarakat diajak memilih secara membabi buta dengan kekuatan mistik maka akan merusak tatanan demokrasi.

Ketum PPP Romahurmuziy Terjaring OTT KPK Sesaat Tinggalkan Hotel, Berikut Kronologi Penangkapannya

"Sama saja memilih di luar logis, tidak nalar. Ini sama saja dengan pelet. Orang tidak cinta dibikin cinta, dipaksa dengan pengaruh di bawah alam sadar," katanya.

Mestinya kata Umar Said, Caleg itu harus bisa mengukur diri dalam hal mampu akan tiga hal fungsi legislatif tersebut maka di layak mencalonkan diri. Sebaliknya kalau tidak mamph maka akan membawa korban, sama halnya menipu pemilih.

"Kalau dalil kan dalam hadits bagi yang mempercayai dukun itu bisa menggugurkan atau membatalkan pahala 40 hari," kat Umar.

Dari segi kemampuan, sama halnya memaksa orang seperti membeli kucing dalam karung, membungkus diri dengan mistis merupakan kebohongan publik.

"Dari segi aturan undang-undang, nyaleg dibantu dukun itu tidak ada. Tapi hendaknya masyarakat pemilih jangan diajak irasional. Negara ini jangan dibangun dengan menghipnotis orang. Tapi itu hal yang bersifat normatif yang harus dicegah. Sama halnya hilangnya profesional logis. Sama dengan ilmu sihir, memang tidak ada aturan undang-undang. Tapi dari segi agama itu dilarang, haram. Ini saya sampaikan bukan hanya untuk yang mau nyaleg, termasuk juga yang mau naik pangkat dengan supranatural itu merupakan perbuatan tercela," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved