Terakhir Dikerjakan Juni Tahun Lalu , Saat Ini Masjid Raya Sriwijaya Sepi Aktifitas Pembangunan

pembangunan Masjid yang digadang akan menjadi masjid terbesar se Asia Tenggara ini sepi dari aktifitas pengerjaan yang dilakukan di lokasi.

Terakhir Dikerjakan Juni Tahun Lalu , Saat Ini Masjid Raya Sriwijaya Sepi Aktifitas Pembangunan
sripoku.com/Reigan P
Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya nampak sepi aktivitas 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan P

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang terletak di Jalan Pangeran Ratu Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring palembang nampak sepi dari aktivitas dan seakan terbengkalai.

Pantauan Sripoku.com, Rabu (13/3/2019) pembangunan Masjid yang digadang akan menjadi masjid terbesar se Asia Tenggara ini sepi dari aktifitas pengerjaan yang dilakukan di lokasi.

Pembangunan masjid tersebut hanya menyisakan beberapa pondasi yang telah dibangun sebelumnya dan sekarang nampak sepi aktifitas dan hanya ditutupi pagar seng di sepanjang lokasi.  

Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya nampak sepi aktivitas hanya dipagar seng.
Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya nampak sepi aktivitas hanya dipagar seng. (sripoku.com/Reigan P)

“Terakhir terlihat ada yang mengerjakan itu Tahun lalu sekira Bulan Juni 2018 kemarin dan sekarang tidak ada aktifitas apa-apa,” ungkap Revi seorang pedagang di kawasan tersebut, Rabu.

Dirinya tidak mengetahui apakah pembangunan Masjid Sriwijaya ini akan dilanjutkan atau tidak, lantaran tidak ada tanda-tanda bakal selesai dikerjakan.

Dirinya berharap pembangunan Masjid Raya Sriwijaya ini dapat segera dilanjutkan, sehingga bisa selesai.

“Yang namanya rumah ibadah pasti banyak akan masyarakat akan berkunjung. Untuk itu kami harap segera diselesaikan, sehingga bisa membantu perekonomian warga sekitar,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang, Marwah M Diah mengatakan, bahwa progres pengerjaan fisik bangunan Kompleks Masjid Raya Sriwijaya  baru mencapai 20 persen, terdiri dari pembangunan pondasi, penimbunan dan pengerasan tanah dan tiang-tiang kolom.

Selain disokong pendanaannya oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, langkah lain yang dilakukan ialah dengan menggandeng donatur dalam dan luar negeri.

"Khusus untuk donatur luar negeri sudah kita lakukan pendekatan yang berasal dari Saudi Arabia, Iran Kuwait, dan Qatar," jelasnya.
Dimana, kata dia, pembangunan masjid yang memiliki luas bangunan 8 Ha dan luas tanah 15 Ha tersebut memerlukan dana berkisar Rp 668 Miliar.

Namun hingga saat ini, dana yang terkumpul baru Rp 130 Miliar, itupun berasal dari dana Pemerintah Provinsi  Sumsel.

"Total Rp 130 Miliar tersebut digelontorkan Pemprov Sumsel yakni sebesar Rp 50 Miliar di tahun 2016 dan Rp 80 Miliar di 2017 kemarin," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved