Ketidakadilan Hukum

Potret Diskriminasi dan Ketidakadilan Hukum di Akhir Rezim

Di tengah-tengah konstelasi politik yang semakin hari semakin memuncak,publik masih disuguhkan aroma praktik penegakan hukum yang diskriminatif

Potret Diskriminasi dan Ketidakadilan Hukum di Akhir Rezim
ist
Oleh : DR. AHMAD YANI, SH, MH.

Potret Diskriminasi dan Ketidakadilan Hukum di Akhir Rezim
Oleh : DR. AHMAD YANI, SH, MH.
Praktisi Hukum (Advokat), Founder Pusat Pengkajian Peradaban Bangsa (P3B) dan Anggota DPR RI Periode 2009-2014
Di tengah-tengah konstelasi politik yang semakin hari semakin memuncak, dikarenakan momentum perhelatan pemilu yang tidak lama lagi akan berlangsung, publik masih disuguhkan dengan aroma praktik penegakan hukum yang diskriminatif.

Atau, dalam bahasa yang lebih awam praktik penegakan hukum yang tebang pilih, tajam ke satu sisi (terhadap pihak oposan/aktivis/kritikus kontra kekuasaan) dan tumpul ke sisi yang lain (terhadap pihak koalisi/pro kekuasaan).

Tentu, justifikasi semacam ini akan menimbulkan kerisauan publik.

Meski tidak dapat dinafikan adanya tendensi subjektifitas penilaian dari kesimpulan tersebut.

Namun, secara kasat mata dan awam, terlihat memang adanya diskrimasi dalam proses penegakan hukum di tanah air yang terjadi.

Secara objektif, tentu testimoni ini dapat diuji dan disandarkan pada realitas fakta yang terjadi secara otentik dan faktual akhir-akhir ini.

Aparatur Penegak Hukum Due Process Of Law

Potret diskriminasi hukum secara lugas tentu dapat dihindarkan dan diminimalisir, andaikan peran aparatur penegak hukum memang benar – benar dapat menjaga independensi (netralitas), profesionalisme dan objektifitas dari intervensi kekuasaan atuapun pengaruh pihak eksternal lainnya, di luar penegakan hukum.

Tidak dapat dinafikan, saat ini aparatur penegak hukum seakan menjadi alat (intermediary) kekuasaan.

Hal ini juga dimanipulasi dengan proses penegakan hukum yang tidak transparan dan akuntabel, yang secara lebih jauh mencederai prinsip due process of law.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved