Kumuh dan Banyak yang Hancur, Rusun Belum Pasti Kapan di Revitalisasi

Revitalisasi yang bertujuan untuk mengindahkan tata ruang pemukiman warga 26 ilir tersebut masih dalam status yang menggantung.

Kumuh dan Banyak yang Hancur, Rusun Belum Pasti Kapan di Revitalisasi
sripoku.com/Mg4
Rumah Susun (rusun) kini kondisinya sudah kumuh dan banyak yang hancur, kepastian untuk revitalisasi pun belum diketahui pastinya, Rabu (13/3). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rencana revitalisasi Rumah Susun (rusun) yang berada di Kota Palembang belum memiliki kejelasan, Revitalisasi yang bertujuan untuk mengindahkan tata ruang pemukiman warga 26 ilir tersebut masih dalam status yang menggantung.

Pantuan Sripo dilapangan, Rabu (13/3). Beberapa blok rusun bagian atas kini sudah hancur dan tidak memiliki atap lagi, batako yang ada pun sudah banyak yang hancur.

Bukan hanya itu saja, rusun yang melegenda itu kusam dengan kayu penyangga atap sudah rapuh , atap seng karatan dan lepas. 

Bangunannya juga telah menghitam serta pemandangan semraut terlihat seperti jemuran pakaian yang bergelantungan dipadu dengan alat peraga kampanye dari partai maupun calon legislatif.

Tamara Bleszynski Banjir Pujian dari Warganet atas Aksinya Memandikan Wanita Berkebutuhan Khusus Ini

SMK N 2 Palembang Revitalisasi Pendidikan, Sinkronisasi Kurikulum Sekolah dengan Kebutuhan Industri

Manajer rumah susun 26 Ilir, Jonika mengatakan, pihaknya saat ini belum mengetahui persis kapan akan dimulai pembangunan rumah susun 26 Ilir. 

“Belum tau kapan itu mulai dibangunnya. Kalau kita ini tidak bisa memberikan target kapan pembangunannya kepada warga. soalnya itu bukan wewenang kita,” jelasnya, Rabu (13/3).

Saat ini, pihaknya sedang tahap proses baru mengurus sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Setelah itu, pihaknya akan memanggil warga untuk penyerahan berkas, mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan memanggil warga untuk menyerahkan berkas-berkas asli mereka.

Dugaan Praktik Pijat di Palembang, Imigrasi Deportasi Chris Leong Cs

Ditolak Rumah Sakit, Pasien Meninggal di Gendongan Sang Ibu

“Bila itu semua sudah selesai baru akan dilakukan pembongkaran dan baru akan dimulai pembangunan apartemen. Target kita tahun ini harus selesai semua berkas-berkas dari warga tetapi prosesnya tidak segampang yg mereka inginkan karena membutuhkan waktu yang lama,” jelasnya.

Untuk di rumah susun 26 Ilir sendiri pihaknya mendata ada 53 blok dan 3584 unit. “Jumlah persisnya warganya kita belum terdata, tetapi yang pasti itu 1 unit itu 1 Kartu Keluarga,” ujarnya. (mg4)

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved