Anwar Hudijono: Antara Total Football dan Perang Total Pilpres

Rinus Michels dengan total sistem football saat menukangi tim nasional Belanda benar-benar menggemparkan jagat sepak bola dunia.

Anwar Hudijono: Antara Total Football dan Perang Total Pilpres
Dokumen Pribadi
Mantan Wapemred Sripo, Anwar Hudiono 

Antara Total Football dan Perang Total Pilpres

Oleh Anwar Hudijono

SRIPOKU.COM - Rinus Michels dengan total sistem football saat menukangi tim nasional Belanda benar-benar menggemparkan jagat sepak bola dunia. Sangat impresif dan fenomenal.

Maka, ketika pasukan Belanda memasuki Stadion Olympiastadion, Munich, Jerman Barat, 7 Juli 1974, puluhan ribu penonton bersorak gegap gempita seolah membuat stadion hendak runtuh.

Kapten kesebelasan Belanda Johan Cruyff, Johny Repp, Johan Neeskens, Rud Krol, Ari Haan dan kawan-kawan seolah menjilma menjadi singa-singa jantan raksasa yang siap menerkam, mencakar dan mencabik-cabik lawan.

Hari itu Cruyff dan kawan-kawan akan berlaga melawan tuan rumah Jerman Barat pada babak final Piala Dunia.

Biasanya tuan rumah selalu diunggulkan. Tetapi pada final ini kalangan tokoh, pengamat, jurnalis bola lebih mengunggulkan Belanda.

Padahal Jerman Barat juga bukan tim sembarangan. Pasukan yang diasuh Helmut Schoen ini juga luar biasa hebat. Ada kapten jenius Franz Beckenbauer.

"Bomber" Gred Muller, Paul Breitner, jagal lugas Berti Vogts. Tetapi Belanda lebih diunggulkan berdasar rekam jejaknya di babak penyisihan maupun pertandingan persahabatan. Misalnya melumat Argentina 4-1.

Belum lagi semenit wasit Jack Taylor dari Inggris meniup peluit pertama, pemain Jerman Uli Hoeness menjatuhkan Cruyff di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih.

Halaman
1234
Editor: Tresia Silviana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved