Sering Dijadikan Spot Foto, Gedung Tua Jacobson van Den Berg Kini Jadi Cagar Budaya.

gedung Jacobson van den Berg itu menjadi cagar budaya atas surat keputusan Walikota Palembang dan nomor registrasi nasional yang sudah terdaftar

Sering Dijadikan Spot Foto, Gedung Tua Jacobson van Den Berg Kini Jadi Cagar Budaya.
SRIPOKU.COM/Wahyu k
Gedung Tua Jacobson van Den Berg yang populer dikalangan masyarakat kini telah menjadi cagar budaya, Selasa (12/3). 

SRIPOKU.COM - Siapa yang tak kenal dengan gedung tua Jacobson van Den Berg. Bangunan yang sering dijadikan spot foto oleh masyarakat lokal Palembang untuk di posting di media sosial itu kini sudah menjadi cagar budaya.

Pantuan Sripo dilapangan, Selasa (12/2) Warna bangunan yang dahulu putih sekarang tidak tampak lagi, kini bangunan tersebut sudah di cat ulang dengan warna kuning khaki, coklat dan biru yang membuat gedung itu lebih segar.

gedung tua Jacobson van Den Berg
gedung tua Jacobson van Den Berg ()

Gedung yang populer dikalangan calon pengantin itu  Keberadaannya  di Palembang kurang diketahui pasti kapan berdirinya, namun dari bentuknya saja kita sudah pasti mengira banyak kisah yang telah disaksikan bangunan tersebut.

Van Jacobson van Den Berg adalah perusahaan dagang milik Belanda yang beroperasi di Indonesia sejak 1960 dan dinasionalisasikan pada tahun 1958.

Perusahaan ini bergerak di bidang asuransi dan perdagangan (Expor-Impor) termasuk membentuk perusahaan kongsi di Palembang untuk pembelian karet dan kopi.

Pintu masuk kantor van Jacobson van Den Berg & Co Palembang
Pintu masuk kantor van Jacobson van Den Berg & Co Palembang (wikipedia)

Informasi yang berhasil dihimpun, gedung Jacobson van den Berg itu menjadi cagar budaya atas surat keputusan Walikota Palembang dan nomor registrasi nasional yang sudah terdaftar serta dilidungi dengan undang-undang no. 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

Adik Ayana Moon Masuk Islam, Mualaf Cantik Asal Korsel Ini Rencanakan Ramadhan Bersama di Indonesia

Viral Cewek Ini Tawarkan Jasa Temenin Nonton Dilan 1991, Harganya Mulai Rp 50 Ribuan

Hasanudin, seorang masyarakat sekitar mengatakan bahwa sangat senang gedung tua yang populer itu telah menjadi cagar budaya. Memang sudah seharusnya gedung-gedung bersejarah di kota Palembang dijadikan cagar budaya dan dilindungi bukan dihancurkan.

“Kan banyak tempat yang bisa dilindungi, ini salah satu gedung bersejarah mari kita jaga bersama,” jelasnya saat diwawancarai.

Ia pun berharap, setelah gedung ini menjadi cagar budaya bisa mengangkat ekonomi masyarakat yang ada. Dan diperbaki lagi apa yang rusak serta masyarakat bisa belajar mengenai sejarah.

Herman Deru Ingin Tanjung Senai Segera Jadi Objek Wisata Baru

Destinasi Wisata Kampung Arab Al-Munawar di 13 Ulu Palembang Masih Sepi Pengunjung, Ini Kendalanya

“Kalau dibenahi jangan ubah bentuk, ini kan untuk kita semua biar ada wawasan bukan hanya sekedar datang untuk berfoto,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Emma saat dikonfirmasi tidak menjawab pesan maupun telepon. (mg4)

===

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved