Empat Komisioner Panitia Pemilihan Kecamatan Sekayu Mundur

Menjelang satu bulan lagi pemilhan umum (Pemilu), tepatnya 17 April 2019 mendatang, probelm terjadi di tubuh KPUD Muba. Empat anggota Panitia Pemiliha

Empat Komisioner Panitia Pemilihan Kecamatan Sekayu Mundur
Kupang.Tribunnews.com
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , SEKAYU - Menjelang satu bulan lagi pemilhan umum (Pemilu), tepatnya 17 April 2019 mendatang, probelm terjadi di tubuh KPUD Muba. Empat anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengundurkan diri secara bersama-sama dengan berbagai macam alasan.

Berita Lainnya:

Terkait Pencopotan Ketua PPK IB1, KPU Palembang Ajukan Permohonan Koreksi ke Bawaslu RI

Bawaslu Nilai Pencopotan Ketua PPK IB1, KPU Palembang Dinilai Langgar Administrasi

Pengunduran diri empat anggota komisioner PPK tersebut dilakukan secara bersamaan, menyampaikan surat pengunduran secara resmi ke KPU, Sabtu (9/3). Surat ditandatangani komisioner PPK yang mengundurkan diri, Apresi Yulius, Edy Parmansyah, Zita Afriani, dan Safran.

"Ya, secara formil saya resmi mengundurkan diri sebagai komisiner PPK Kecamatan Sekayu. Beberapa alasan di antaranya kesibukan saya sebagai tenaga pendidik, jadi tidak memiliki banyak waktu untuk menjalankan tahapan Pemilu," ujar Ketua PPK Sekayu yang resmi menggundurkan diri, Apresi Yulius, Senin (11/3/19).

Mundurnya ia sebagai Komisioner PPK Sekayu dilatarbelakangi dugaan banyaknya persoalan yang ada di KPU Muba. Terutama terkait anggaran yang minim dalam menjalankan tahapan yang begitu banyak sepanjang Pemilu. Sebagai contoh beberapa hari lalu Komisioner KPUD Muba mengirimkan jadwal melalui pesan singkat bahwa pleno untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPT) tingkat kecamatan dijadwalkan pada 17 Maret 2019.

"Kami tidak menyiapkan pleno pada 9 Maret 2019 sesuai jadwal. Tiba-tiba kami diinstruksikan untuk melakukan pleno pada 8 Maret 2019. Pada tanggal itu sekitar pukul 17.00-00.00 WIB, kami terus dikonfirmasi untuk segera melakukan pleno. Bagaimana bisa kami melakukan tahapan pleno, anggaran saja tidak ada dengan waktu yang begitu mepet. Padahal anggaran itu kan melekat pada tahapan. Melakukan pleno itu kan harus mengundang steckholder Koramil, Panwascam, Polsek, Panwaslu. Dari itu dari melihat situasi demikian kami memutuskan mengundurkan diri," ungkapnya.

Sementara, Ketua KPU Muba Maryadi Mustafa membenarkan pihaknya telah menerima surat pengunduran diri dari empat anggota Komisioner PPK Kecamatan Sekayu. Untuk semetara pihaknya mengambilalih kegiatan di PPK Kecamatan Sekayu.

"Ya benar, saat ini kami langsung yang menggambilalih menjalankan tahapan yang ada di PPK sekayu, dibantu dengan satu komisioner yang ada. Namun dalam waktu dekat kita akan melakukan perekrutan untuk mengganti komisioner yang mengundurkan diri. Kami akan memanggil nama 10 besar yang kemarin mengikuti tes PPK," ungkapnya. (cr13)

===

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved