Bebas Dari Hukuman Mati Malaysia, Siti Aisyah Bahagia

Senyum terpancar dari raut muka Siti Aisyah (26) sebelum meninggalkan Pengadilan Tinggi Shah Alam, Kuala Lumpur Malaysia, Senin (11/3) waktu setempat.

Bebas Dari Hukuman Mati Malaysia, Siti Aisyah Bahagia
Istimewa
Siti Aisyah. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Senyum terpancar dari raut muka Siti Aisyah (26) sebelum meninggalkan Pengadilan Tinggi Shah Alam, Kuala Lumpur Malaysia, Senin (11/3) waktu setempat. Ia dibebaskan dari segala tuntutan atas dugaan pembunuhan warga negara Korea Utara Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, 13 Februari 2017 lalu.

Berita Lainnya:

Ingat Siti Aisyah Pelaku Pembunuhan Kim Jong Nam? Begini Nasibnya Setelah Diancam Hukuman Mati

Siti Aisyah Mulai Diadili di Malaysia, Terancam Hukum Gantung

Jaksa Penuntut Umum Malaysia menarik tuntutan terhadap dirinya. Dalam kasus ini, Aisyah bersama Doan Thi Huong, seorang warga negara Vietnam diduga ikut melakukan pembunuhan dan disidang sejak Oktober 2017.

Keduanya terancam hukuman mati atas dakwaan pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un. “Saya merasa sangat bahagia. Saya tidak berpikir, hari ini aku akan dibebaskan,” ucap Aisyah di Kedutaan, seperti dilansir Channel News Asia.

Ia mengaku dalam kondisi sehat dan mendapat perlakuan baik selama di penjara. Duta besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana mengaku gembira atas kebebasan Aisyah. “Kami senang dengan keputusan pengadilan. Kami akan memulangkan Aisyah kembali ke Indonesia hari ini atau secepatnya,” tutur Rusdi Kirana.

Pengacara Doan Thi Huong (30)menangis di pengadilan saat mendengarkan putusan bebas terhadap Aisyah. Ia juga berharap putusan yang sama akan dijatuhkan juga terhadap kliennya.

Selama proses hukum, Aisyah dan rekannya telah menyangkal dakwaan pembunuhan. Aisyah dan rekannya mengaku tertipu oleh mata-mata Korea Utara yang sedang melaksanakan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam menggunakan racun saraf VX.

Karena mereka ditawarkan oleh agen Korea Utara untuk mengisi sebuah acara reality show untuk acara TV. Empat warga Korea Utara yang juga secara resmi didakwa melakukan pembunuhan bersama Aisyah dan rekannya lari dari Malaysia tak lama setelah pembunuhan. Pengacara untuk Aisyah, Gooi Soon Seng menyampaikan terima kasih atas keputusan tersebut. “Kami masih benar-benar percaya bahwa dia (Aisyah-red) hanya kambing hitam dan dia tidak bersalah,” katanya.

Aktivis Migrant Care, Anis Hidayah mengaku bahagia atas bebasnya Siti Aisyah. Ia menegaskan, sejak awal kasus Aisyah bergulir, Migrant Care memberikan atensi khusus. Migrant Care juga melakukan pemantauan atas proses sidang dan terlihat pemerintah Indonesia juga pro aktif memberikan pembelaan dan bantuan hukum serta langkah-langkah diplomasi.

Bagi Anis, Aisyah bukan lah seorang yang terlibat dalam pembunuhan sepupu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Aisyah, tegas Anis, adalah korban dari tipu daya agen intelijen Korea Utara. “Dia memang dalam kasus ini adalah korban dari tipu daya agen inteligen Korea Utara,” tegas Anis.

Kegigihan pembelaan hukum, lanjutnya menjadi faktor penting untuk membela buruh migran dari jeratan hukum, seperti berbuah manis dalam kasus Aisyah. Anis kemudian mengapresiasi upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia yang telah melakukan upaya pembelaan hukum secara komprehensif.

Migrant Care mendesak agar pemerintah Indonesia melakukan langkah-langkah yang komprehensif atas kepulangan Siti Aisyah dengan memberikan upaya pemulihan nama baik dan reintegrasi sosial. (tribun network/mam/rin/gleChannel News Asia/Bernama)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved