Berita Lahat

Warga Pagar Batu Lahat Ini Teteskan Air Mata Saat Samoaikan

Elintati bersama ratusan warga batu menggelar aksi demo menuntut agat PT Artha Perigel mengembalikan lahan yang diklaim warga.

Warga Pagar Batu Lahat Ini Teteskan Air Mata Saat Samoaikan
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Wakil Bupati Lahat, H Haryanto naik ke mobil carry untuk menemui ratusan warga Pagar Batu, yang melakukan aksi Demo. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Elintati (55) tampak tak kuasa menahan air matanya. Warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat ini, menangis tersedu tatkala menyampaikan permohonan kepada wakil Bupati Lahat, Ketua DPRD Lahat, Kapolres Lahat, Kajari, Kepala BPN Lahat dan unsur SKPD di lingkungan Pemkab Lahat, di ruang Oprrom Pemkab Lahat, Senin (11/3).

Elintati bersama ratusan warga batu menggelar aksi demo menuntut agat PT Artha Perigel mengembalikan lahan yang diklaim warga.

"Tolonglah kami pak. Itu lahan kami yang direbut. Saat ini warga kami tidak punya lahan untuk bertani. Bagaimana kami bisa bertahan hidup dan membesarkan anak cucu kami, "sampai Elintati sambil mengusap air mata. Jeritan hati Elintati, juga membuat beberapa warga yang ikut dalam membahas persoalan tersebut menangis, suasana pertemuan sempat hening, saat wanita renta ini menceritakan nasib warga desanya.

Sebelumnya, ratusan warga Pagar Batu bersama Forum Pemuda Pemudi Pagar Batu, Gerakan tani pagar Batu dan Gerakan Tani Sumsel, menggelar aksi demo di halaman Pemkab Lahat.

Warga menuding PT Artha Prigel sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit sudah menguasai tanah milik warga yang diambil secara paksa tahun 1993.

Menurut Ketua Gerakan Tani Sumsel, Dede Chaniago ada 180,36 hektar tanah milik warga pagar batu kini dikuasai perusahaan.

"Kami sampaikan jika PT Artha Perigel sudah 26 tahun menggarap lahan tersebut. Sementara sesuai dengan UU pokok Agraria no. 5 tahun 1960 pasal 29 berbunyi hak guna usaha diberikan untuk waktu paling lama 25 tahun. Untuk itu kami minta agar Pemda Lahat tidak memperpanjang HGU PT Artha Prigel,"teganya, saat menyampaikan orasi.

Kedua, tegas Dede kami meminta lahan milik warga dikembalikan dan warga akan menggarap lahan tersebut sehingga warga Pagar Batu yang selama ini memprihatinkan bisa lebih sejahtera. Dan warga, tidak meminta yang lain seperti perbaikan jembatan yang dijanjikan perusahaan.

Warga hanya ingin tanahnya kembali apalagi selama puluhan tahum perusahaan mengelola lahan tersebut tidak ada kontribusi bagi warga.

Halaman
123
Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved