Perbaiki 6 Jalan Poros Yang Rusak, Pemkab Banyuasin Anggarkan Rp 350 Milyar

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Banyuasin menganggarkan Dana Rp 350 Milyar untuk perbaikan jalan, Salah satunya jalan Pulau Rimau

Perbaiki 6 Jalan Poros Yang Rusak, Pemkab Banyuasin Anggarkan Rp 350 Milyar
SRIPOKU.COM/ist
Jalan Pulau Rimau : Siswa melintas jalan rusak berlumpur di Kecamatan Pulau Rimau, Kamis (7/3/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah

BANYUASIN, SRIPO--Pasca mendesaknya kebutuhan jalan poros Kecamatan Kabupaten Banyuasin, yang mengalami kerusakan parah, Tahun ini Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengaggarkan Dana Rp 350 Milyar untuk perbaikan jalan.

Bahkan sempat menjadi sindirian penghiat sosmed, dengan berfoto di Jalan rusal berlumpur Pulau Rimau, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menganggarkan
dana senilai Rp 350 Milyar tersebut ditargetkan pada 6 jalan poros Kecamatan yang akan dirampungkan, salah satunya jalan di Kecamatan Pulau Rimau dengan anggaran Rp 100 Milyar.

Dana anggaran yang digunakan untuk perbaikan jalan dengan melalukan peminjaman pada Bank Sumsel Babel (BSB) dan bantuan dari pemerintah pusat.

Tujuh Tahun Rusak, Lorong Talang Petai di Plaju Palembang Ini Belum Pernah Disentuh Perbaikan

Akibat Jalan Rusak Pulau Rimau, Siswa Kerap Bolos Sekolah Karena Jatuh ke Lumpur

“Realisasinya tahun ini ada 6 jalan poros yang rusak akan diperbaiki Pemkab Banyuasin,’ujar Askolani Bupati Banyuasin.

Diketahui dana Rp 350 Miliar dengan diperuntukan dengan rincian di 6 jalan poros diantaranya jalan Pulau Rimau Rp100 Miliar, Air Salek Rp 29 Miliar, Muara Padang dan Muara Sugihan Rp71 Miliar.
“Mohon doa agar jalan yang rusak itu segera dibangun, kita berharap jalan yang dibangun nanti bagus dan tahan lama 5-10 tahun,”terangnya.

Senada dikatakan Wakil Bupati Slamet bahwa pinjaman uang dari BSB adalah hutang dan sudah sesuai dengan prosedur yang disetujui DPRD Banyuasin.

Video Demi Bayar Utang, Andika Nekat Mencuri Handphone Lenovo dan Jaket Harley Davidson

“Uang itu didapat dari berhutang, artinya Pemkab punya beban kedepan yang harus dibayar,”katanya.

Oleh karena itu, dia berharap kotraktor yang telah diberikan tanggungjawab jangan bermain-main dengan proyek hingga dibangun asal-asalan. Dirinya akan mengawasi langsung pengerjaan jalan tersebut.

“Para kontraktor silahkan ikut tender, saya tidak mau bangun jalan asal-asalan banyak pasir dari pada semen, jika ditemukan kami tidak akan bayar,”pungkasnya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved