Kenapa Tulisan Tangan Dokter Sulit Dibaca?

Banyak orang akan berpikir keras untuk membaca tulisan tangan dokter di resep obat. Ya, barangkali jika ada kompetisi menulis tangan paling sulit

Kenapa Tulisan Tangan Dokter Sulit Dibaca?
kompasiana.com
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Banyak orang akan berpikir keras untuk membaca tulisan tangan dokter di resep obat. Ya, barangkali jika ada kompetisi menulis tangan paling sulit dibaca, profesi dokter pemenangnya.

Berita Lainnya:

Lewat Tulisan Tangan, Ahli Grafologi Ungkap Kepribadian Rheino Barrack, Luna Maya Beruntung?

Enam Tulisan Tangan Ini Cerminkan Kepribadian Anda

Untuk satu hal, dokter memang harus menulis lebih sering dari mereka yang memiliki profesi lainnya. Menurut Celine Thum, direktur medis di ParaDocs Worldwide, semua hal di dunia medis harus didokumentasikan.

"Apa pun yang Anda bicarakan di ruang dokter perlu bukti tertulis untuk riwayat kesehatan," ucapnya.

Banyaknya pasien yang membutuhkan resep darinya pasti sangat melelahkan.

"Jika Anda benar-benar menulis selama 10 hingga 12 jam sehari dengan tangan, tangan Anda tidak akan bisa melakukannya," kata Ruth Brocato, dokter perawatan medis.

Menurut Asher Goldstein, dokter manajemen nyeri di Genesis Pain Centers, AS, kebanyakan tulisan tangan dokter memburuk sepanjang hari karena otot-otot kecil di tangan terlalu banyak bekerja.

Jika rata-rata dokter melayani satu pasien selama satu jam, mereka mungkin bisa bekerja sedikit lambat dan memberi istirahat untuk tangannya.

Nyatanya, sebagian besar dokter harus bergegas menangani pasien berikutnya. Misalnya, satu pasien mungkin hanya memiliki waktu 15 menit untuk membahas masalah medis dan mengajukan pertanyaan tentang resep.

Dokter harus menangani banyak pasien dalam waktu terbatas. Jadi, mereka lebih peduli memberikan informasi daripada menyempurnakan tulisan tangan mereka.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved