Wako : Ada Rumah Makan di Pagaralam Tak Bayar Pajak

Dari uang pajak yang terkumpul itulah sebagain dikembalikan oleh pemerintah dalam bentuk bangunan yang ada saat ini.

Wako : Ada Rumah Makan di Pagaralam Tak Bayar Pajak
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Walikota Pagaralam Alpian Maskoni 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Walikota Alpian Maskoni bersama Forkopimda Pagaralam, dan jajaran Pemkot Pagaralam, mengikuti pekan panutan penyampaian SPT Tahunan melalui aplikasi e-filing, yang digelar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lahat dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Sumsel Bangka Belitung, di Besemah I Setdako Pagaralam, kemarin.

Usai melaporkan SPT Tahunan melalui aplikasi e-fillling, Walikota Alpian Maskoni dan Kakanwil DJP Sumsel dan Babel, Imam Arifin, melakukan penandatanganan kesepakatan tentang koordinasi dalam upaya optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah.

Dalam kesempatan ini Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengajak semua lapisan masyarakat untuk patuh dan taat membayar pajak.

"Karena selain bernilai ibadah juga partisipasi kita dalam membangun Kota Pagaralam. Karena pembangunan ini berasal dari pajak masyarakat," ujarnya.

Namanya Muncul Dalam Foto Undangan Pernikahan Bersama Isyana Sarasvati, Ini Jawaban Kaesang

Zul Zivilia Ditangkap Polisi Kasus Narkoba, Ramalan Mbah Mijan Sebelumnya Sebut Lagu Aishiteru

Pajak menurut Alpian merupakan kewajiban semua baik perorangan, perusahaan atau lain sebagainya. Dari uang pajak yang terkumpul itulah sebagain dikembalikan oleh pemerintah dalam bentuk bangunan yang ada saat ini.

"Karena itu mari kita bayar pajak demi pembangunan negeri ini dan Kota Pagaralam," ajaknya.

Batalkan Sayembara, Bos Durian Yang Viral Cari Mantu Tetap Beri Uang Bagi Pria Yang Nikahi Putrinya

Wako juga meminta pihak Pemkot Pagaralam dapat memaksimalkan pemungutan pajak kepada pelaku usaha yang ada di Pagaralam. Pasalnya selama ini dinilai masih ada pelaku usaha yang sangat minim membayar pajak.

"Temuan saya ada rumah makan dalam satu tahun hanya membayar pajak Rp100 ribu. Itu tidak sebanding dengan penghasilan yang mereka dapat. Padahal jika mereka taat pajak yaitu harus membayar 10 persen dari hasil penjualan," katanya, kepada sripoku.com, Kamis (7/3/2018).

Wako berharap semua masyarakat dan pelaku usaha dapat taat pajak demi majunya pembangunan di Pagaralam.(one)

===

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved