Budaya Politik

Budaya Politik Kita Saat Ini

Pesta politik lima tahunan jadi sangat menarik karena ada saja yang "nyentrik" untuk dibahas.

Budaya Politik Kita Saat Ini
ist
Ahmad Usmarwi Kaffah. SH., LL.M, LLM

Budaya Politik Kita Saat Ini
Ahmad Usmarwi Kaffah. SH., LL.M, LLM

Paralegal Lawyer di London dan Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat Masika ICMI Nasional

Pesta politik lima tahunan jadi sangat menarik karena ada saja yang "nyentrik" untuk dibahas.

Apalagi jika dibahas pada tahun "panas" dimana pemilu diselenggarakan.

Akan ada banyak cerita maupun pelajaran berharga untuk suatu bangsa dalam tiap prosesi lima tahunan pemilu.

Terlebih lagi jika ada sebuah budaya yang telah tercipta dan selalu menciptakan sensasi tersendiri untuk, dan memberikan efek psikologis bagi, pelaku politik yang turut serta melestarikannya.

Setidaknya ada tiga jenis budaya politik yang telah lama ada ataupun baru dilahirkan di negeri ini.

Yang pertama adalah politik beli putus. Adalah cara-cara yang dilakukan oleh elit politik dengan membeli suara rakyat.

Praktek seperti ini mulai marak melukiskan sejarahnya sejak tahun 2009, walaupun di tahun-tahun sebelumnya, dimana banyak pemilukada digelar, telah menjadi contoh pemicu yang memacu para caleg untuk berkompetisi dengan cara tersebut.

Memang terdengar biasa dan masuk akal jika dikaitkan pada aspek kebutuhan primer masyarakat yang cenderung sangat mengharapkan selembar rupiah.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved