Sumsel Maju

Sumsel Mendesak Miliki Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil, Wagub: Potensinya Luar Biasa

Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Mawardi Yahya menegaskan, Pemerintah Provinsi akan segera merampungkan tata ruang daerah pesisir.

Sumsel Mendesak Miliki Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil, Wagub: Potensinya Luar Biasa
Humas Pemprov Sumsel
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H Mawardi Yahya saat membahas rencana Pemprov Sumsel akan membahan Zona Wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil di kawasan Sumatera Selatan. 

PALEMBANG - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Mawardi Yahya menegaskan, Pemerintah Provinsi akan segera merampungkan tata ruang daerah pesisir.

Mengingat jika tidak segera dibentuk ruang zona daerah pesisir bukan tidak mungkin akan merugikan Provinsi Sumsel di masa mendatang.

"Apalagi ada sejumlah pulau terluar Sumsel aktifitas masyarakatnya lebih mendekat dengan Provinsi tetangga salah satunya pulau Maspari yang lebih dekat dengan Pulau Bangka," paparnya ketika memimpin rapat asistensi perbaikan dokumen antara Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dan penyusunan Raperda RZWP3K Provinsi Sumsel.

Bertempat di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, rapat ini juga dihadiri oleh 23 Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel, Senin (04/03).

Wagub menjelaskan, rencana Alokasi Ruang RZWP3K Provinsi Sumsel terbagi atas tiga kawasan antara lain Kawasan Pemanfaatan Umum yang terbagi atas lima zona antara lain zona perikanan budidaya, zona perikanan tangkap, zona pelabuhan, zona pertambangan, dan zona pariwisata.

Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya saat memanggil salah satu OPD untuk membahas masalah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Sumsel.
Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya saat memanggil salah satu OPD untuk membahas masalah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Sumsel. (Humas Pemprov Sumsel)

"Sedangkan untuk konservasi terbagi atas taman nasional dan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil. Dan yang terakhir alur laut yang terbagi atas alur pelayaran, alur pipa atau kabel bawah laut," jelasnya.

Menurut Mawardi Yahya, potensi daerah pesisir Sumsel luar biasa, namun sayang sejauh ini belum dikelola dengan baik bahkan nyaris luput dari perhatian.

Seperti yang di dapatkannya dari pulau Maspari yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten OKI. Akses menuju pulau tersebut lanjut dia, masih sangat minim bahkan nyaris belum tersentuh sama sekali.

Untungnya sudah ada pelabuhan yang sejauh ini belum diketaui orang banyak.

“Saya kemarin langsung dari Kota Palembang naik jetpoil terus menginap di pulau Maspari. Perjalanan kesana hampir memakan waktu 10 jam lebih. Coba bayangkan tanpa diduga ternyata di sana sudah ada pelabuhan yang mecolok hampir kelaut sepanjang 1,5 kilo meter,” ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved