Facebook dan Instagram Tempuh Jalur Hukum, Gugat Akun Palsu di Platform Jejaring Sosialnya

Tak hanya menggunakan machine learning dan tenaga manual untuk menyisir akun palsu, mereka juga menempuh jalur hukum.

Facebook dan Instagram Tempuh Jalur Hukum, Gugat  Akun Palsu di Platform Jejaring Sosialnya
catchnews.com
Makin Proaktif, Facebook & Instagram Bakal Blokir Akun Pengguna di Bawah Umur 13 Tahun 

SRIPOKU.COM - Facebook.Inc ingin total dalam memberangus akun palsu di platform jejaring sosialnya.

Tak hanya menggunakan machine learning dan tenaga manual untuk menyisir akun palsu, mereka juga menempuh jalur hukum.

Pada Jumat (1/3/2019) lalu, Facebook dan Instagram melayangkan gugatan ke pengadilan federal Amerika Serikat, ditujukan kepada empat perusahaan dan tiga orang berdomisili di China yang disebut Facebook menjajakan akun, followers (pengikut), dan likes palsu.

Dinikahi Anak Konglomerat, Sosok Ini Sebut Hidup Syahrini Bakal Beda Kelas, Karirnya Jadi Begini!

Malu Suaminya Terjerat Kasus Narkoba, Vivi Paris Ungkap Sandy Tumiwa Bakal Lakukan Hal Ini ke Ibunya

Menurut Facebook dan Instagram, pabrikan tersebut mempromosikan akun palsu di platform online seperti Amazon, Apple, Google, LinkedIn, dan Twitter.

Secara spesifik, gugatan yang diajukan Facebook dan anak perusahaanya adalah meminta pengadilan untuk mencegah perusahaan dan orang-orang untuk membuat dan mempromosikan akun palsu.

Facebook juga meminta pengadilan untuk menghentikan tindakan ilegal menggunakan merek dagang Facebook di situs web para produsen akun palsu, serta penggunaan domain berembel-embelFacebook di situs mereka.

"Dengan mengajukan gugatan ini, kami berharap bisa menegaskan bahwa tindakan penipuan semacam ini tidak ditoleransi dan kami akan bertindak tegas untuk melindungi integritas platform kami," ujar Vice President and Deputy General Facebook, Paul Grewal.

Facebook dan Instagram menghadapi tekanan atas maraknya berita hoaks dan akun palsu yang beredar di platformnya, terutama yang berkaitan dengan isu politik di beberapa negara.

Aksi bersih-bersih akun palsu yang ditengarai menjadi biang keladi berita hoaks pun dilakukan di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.

Tahun lalu, Facebook menemukan bahwa lebih dari 600.000 warga AS mengikuti akun palsu yang disinyalir terkoneksi dengan Rusia.

Halaman
12
Editor: Budi Darmawan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved