Stasiun Light Rail Transit Jadi Atap Cagar Budaya

Pembangunan mega proyek Light Rail Transit (LRT) ternyata menghalangi peninggalan sejarah terbesar di kota Palembang, yakni Tugu Lima Hari Lima Malam.

Stasiun Light Rail Transit Jadi Atap Cagar Budaya
SRIPOKU.COM/Rangga
Ilustrasi - Stasiun Punti Kayu. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Pembangunan mega proyek Light Rail Transit (LRT) ternyata menghalangi peninggalan sejarah terbesar di kota Palembang, yakni Tugu Lima Hari Lima Malam. Bagian atasnya menyentuh bangunan stasiun LRT.

Berita Lainnya:
Berita Palembang : Meskipun Perbaikan Baru 50 Persen, Stasiun LRT DJKA Sudah Dibuka Sejak Kemarin
Berita Palembang : Stasiun Garuda Dempo Rampung, Mulai Besok Semua Stasiun LRT Beroperasi

Sejarahwan Universitas Sriwijaya, Dr Farida menyayangkan tindakan pemerintah atas kurang perhatiannya terhadap tugu yang sudah menjadi cagar budaya Sumsel. Padahal tugu Lima Hari Lima Malam tersebut merupakan identitas nilai sejarah terbesar di Palembang yang harus dipertahankan.

"Sangat disayangkan pemerintah kurang perhatian terhadap Tugu Lima Hari Lima Malam padahal itu identitas nilai suatu daerah yang harus dipertahankan,"jelasnya, belum lama ini.

Sejak awal pembangunan LRT harus dipikirkan terlebih dahulu agar tidak dibiarkan seperti saat ini yang terkesan ditinggalkan begitu saja. "Saya memang sudah memprediksi nasib cagar budaya jika dihadapkan dengan pembangunan pasti akan kalah. Seharusnya sebelum dibangun sudah ada rencana awal agar Tugu Lima Hari Lima Malam tidak bernasib seperti ini,"jelasnya.

Menurutnya, pemerintah harus mencontoh Korea Selatan yang peduli terhadap cagar budaya seperti pembangunan jalan yang berjalan beriringan bersama dengan cagar budaya.

"Di Korea itu ada kuil yang merupakan cagar budaya dan dihadapkan dengan pembangunan jalan. Mereka meletakkan kuil itu di tengah-tengah jalan sehingga ikon cagar budaya ciri khas itu itu malah dijadikan ikon baru Korea,"ujarnya.

Sementara itu, Haikal warga kota Palembang sangat menyayangkan tugu tersebut tidak terawat lagi oleh pemerintah. Apalagi, posisi tugu tersebut berada di sudut menghadap bangunan stasiun LRT Ampera sehingga masyarakat tidak bisa melihat lagi peringatan pertempuran Lima Hari Lima Malam.

"Sangat disayangkan itu kan tugu yang sangat bersejarah di Palembang tetapi sudah tidak terawat lagi karena dibiarkan begitu saja oleh pemerintah,"ujarnya.

Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil tindakan dengan memindahkan segera tugu tersebut agar mengembalikan kembali tentang salah satu momen peninggalan sejarah. "Pindahin saja lagi yang penting jangan tertutup oleh bangunan lagi agar masyarakat itu tahu sejarah tugu pertempuran Lima Hari Lima Malam,"jelasnya. (mg4)

===

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved