Peserta Seleksi P3K Lihat Komputer Langsung Pingsan

Seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Empatlawang diwarnai berbagai kejadian. Sejumlah peserta yang umumnya

Peserta Seleksi P3K Lihat Komputer Langsung Pingsan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Ilustrasi - Sebanyak 214 tenaga honorer melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) Tahun 2019, mengikuti tes kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara berbasis komputer UNBK di SMKN 1 Muaraenim, Sabtu (23/2). 

SRIPOKU.COM , EMPATLAWANG - Seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Empatlawang diwarnai berbagai kejadian. Sejumlah peserta yang umumnya sudah berusia lanjut ini, ada langsung pingsan begitu melihat komputer hingga terkena demam mendadak sehingga dirawat di sejumlah mobil ambulan.

Berita Lainnya:

Dari 274 Orang Kuota PPPK Empatlawang Hanya 91 Orang yang Bisa Ikut Tes, Besok Pengumuman

214 Honorer Muaraenim Ikuti Tes PPPK/P3K, 180 Guru dan 34 Penyuluh Pertanian

Hal itu sangat dimaklumi, karenanya umumnya peserta tes merupakan pegawai honorer kelompok 2 (K-2) yang sudah lama mengabdi dan tak kunjung diangkap sebagai PNS, seperti yang dijanjikan pemerintah saat ini ketika berkampanye beberapa waktu lalu. Begitu ada peluang untuk diangkap sebagai P3K, pegawai eks honoror, penyuluh pertanian dan lain-lain, mereka ramai mendaftar dan ikut seleksi.

Kendati bukan sebagai PNS, semula eks K-2 ini mengira pemerintah langsung mengangkat dengan pertimbangan sudah lama bekerja dengan status K-2. Namun nyatanya tidak, eks K-2 ini harus mengikuti tes dan dipaksakan harus berijazah S1. Akibatnya, banyak yang tidak memenuhi persyaratan.

Benar saja, secara mental banyak tidak siap. Bahkan, ada peserta yang langsung pingsan begitu melihat komputer karena tak mengerti cara mengoperasionalkannya.

Selain itu, ada juga demam dan sakit sehingga harus dibantu oleh petugas medis, begitu melihat soal-soal yang di ada layar monitor komputer. Situasi ini, sempat membuat suasana tes sedikit heboh.

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Empatlawang, Nurbaiti mengatakan, hasil tes akan diumumkan 1 Maret mendatang. "Pelaksanaan tes PPPK sudah selesai dilaksanakan, tempatnya di SMPN 2 Nanjungan Pendopo. Hanya satu hari," kata Nurbaiti, Kamis (28/2).

Kabupaten Empatlawang mendapatkan kuota 274 tenaga PPPK dari Kementerian Aparatur Negara (Menpan), dengan memprioritaskan K-2 dan eks Penyuluh Pertanian.

Namun diluar dugaan, jumlah pendaftar tidak begitu banyak lantaran terbentur persyaratan sehingga tes PPPK hanya diikuti 91 peserta.

"Pada awalnya ada 96 peserta yang daftar, namun hanya 91 orang yang ikut seleksi administrasi, tes kompetensi dan wawancara sisanya gugur," katanya.

Penyebab minimnya pesertates PPPK karena kendala ijazah, lantaran kebanyakan eks K2 dan eks Penyuluh pertanian mengantongi ijazah SMA, sedangkan syarat mutlak untuk ikut test harus sarjana (S1).

Dibenarkan Nurbaiti, sewaktu tes tenaga PPPK kebanyakan peserta sudah banyak yang tua. Saat tes banyak yang kelelahan, gugup, sampai ada peserta dirawat tim medis di dalam mobil ambulan. Selain itu, ada empat peserta yang sempat diberi perawatan di dalam ruangan sambil mengerjakan soal tes.

"peserta tes PPPK rata-rata sudah tua, pada saat pelaksanaan tes banyak yang gugup menghadapi komputer, dan bahkan ada peserta pingsan, sempat diobati tim medis di Ambulan. Ada juga empat orang diobati didalam ruangan lanjut mengerjakan soal kemabali," katanya. (cr27)

===

Tags
P3k
PPPK
Penulis: Awijaya
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved