Aspal Karet Tahan 10 Tahun, Digunakan untuk 27,9 Km Jalan Nasional

Tahun lalu Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V sudah menggunakan aspal karet untuk jalan nasional di kawasan Muara Beliti-Tebing

Aspal Karet Tahan 10 Tahun, Digunakan untuk 27,9 Km Jalan Nasional
SRIPOKU.COM/Humas Pemkab Muba
Ilustrasi - Pembangunan jalan aspal karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin terus menjadi sorotan banyak pihak baik di tingkat regional maupun nasional 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Tahun lalu Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V sudah menggunakan aspal karet untuk jalan nasional di kawasan Muara Beliti-Tebing Tinggi-Batas Kota Lahat sepanjang 5 kilometer. Maka untuk tahun ini BPJN V juga akan kembali menggunakan aspal karet sepanjang 27,9 kilometer.

Berita Lainnya:
Jalan Aspal Karet di Muba Jadi Sorotan Dinas PUPR di Indonesia
Meskipun Sepi Peminat, BBPJN Wilayah V Tetap Lanjutkan Program Penggunaan Aspal Karet di Jalan Ini

Kepala BBPJN Wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar mengatakan, untuk tahun 2019 ini jalan nasional yang akan menggunakan aspal karet ada dua ruas yaitu Jalan Muara Beliti-Tebing Tinggi sampai Jembatan Kikim sepanjang 10,7 kilometer dan Jalan Prabumulih-Beringin sampai batas Kabupaten OKU sepanjang 17,2 kilometer.

Daya tahan aspal karet ini bisa sampai 10 tahun
"Tahun ini kita akan gunakan aspal karet untuk sepanjang 27,9 kilometer. Dengan total nilai anggaran Rp 191 miliar yaitu Rp 56 miliar untuk 10,7 kilometer dan Rp 63 miliar untuk Rp 17,2 miliar," ujarnya, Kamis (28/2).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa Presiden telah menginstruksikan Menteri PU dalam penggunaan aspal karet ini. Untuk itu perlu suplai, BBPJN lansung membeli karet dari para petani karet melalui koperasi dan lain-lain.

"Dari target 2.400 ton dengan total anggaran Rp 23 miliar, baru 193,24 ton yang kita beli senilai Rp 1,6 miliar. Dengan langsung membeli ke petani, hal ini juga bisa memperbaiki harga karet ditingkat petani karena dibelinya dengan harga Rp 8.500-Rp9.000 ," ungkapnya.

Setelah dibeli nanti akan disimpan dan digunakan. Karena untuk bahan baku ini tak bisa disimpan terus dan harus digunakan, maka nantinya juga akan dihibahkan ke Kabupaten/Kota untuk menggunakan teknologi ini juga, selain dari jalan nasional sendiri.

Menurutnya bahan karet brown crepe digunakan sekitar 7 persen dari aspal karet per kilometernya. Penggunaan aspal karet dipilih lantaran kualitasnya lebih baik ketimbang aspal minyak yang biasa dipakai. Lalu dari segi ketahananya aspal karet ini lebih lama.

"Jadi sesuai dengan design yang kita lakukan dan sudah distandarkan maka daya tahan aspal karet ini bisa sampai 10 tahun. Lalu kelebihan lainnya yaitu aspal karet sof nun poin 55.5, sedangan diaturan 52 dan penetrasi asal 62.4 sedangkan umum 50," bebernya. Sementara itu terkait jalan nasional dari Lampung-Jambi anggaranya tahun ini Rp 1,04 triliun. Untuk saat ini masih dalam proses tender, harapanya tendernya tidak lama agar bisa segera diperbaiki.

"Tiap tahun tetap kita lakukan perbaikan. Namun kendala hujan, lalu kendaraan berat banyak lewat dan kami tidak bisa melarang itu. Jadi kami tetap jaga agar jalan tetap fungsional. Terlebih 2-3 bulan lagi mau lebaran," ungkapnya. (nda)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved