Bank SumselBabel (BSB) Tambah 178 Agen Laku Pandai, Nasabah Terbanyak Ternyata ada di Banyuasin

Bank Sumsel Babel (BSB) menargetkan tahun ini akan menambah sebanyak 178 agen laku pandai di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel.

Bank SumselBabel (BSB) Tambah 178 Agen Laku Pandai, Nasabah Terbanyak Ternyata ada di Banyuasin
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Direktur Pemasaran BSB, Antonius Prabowo Argo saat berikan paparan di depan peserta Seminar Workshop Nasional Tata Kelola Pemerintah Desa di Hotel Horison Ultima, Rabu (27/02/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Sumsel Babel (BSB) menargetkan tahun ini akan menambah sebanyak 178 agen laku pandai dibeberapa kabupaten dan kota di Sumsel.

Direktur Pemasaran BSB, Antonius Prabowo Argo mengatakan tambahan agen laku pandai tersebut untuk mengoptimalkan potensi keuangan dari desa yang hingga kini tercatat baru memberikan kontribusi sebesar satu persen untuk pendapatan BSB.

"Seharusnya setiap desa minimalnya memiliki satu agen laku pandai. Namun jumlah agen laku pandai yang akan ada hingga akhir tahun bertambah sehingga harapannya bisa meningkatkan transaksi dari desa," katanya, Rabu (27/2/2019).

Timnas U-22 Indonesia Tak Boleh Santai Setelah Juara, Ini Alasannya!

Mayoritas Warga Binaan di Pagaralam tak Bisa Nyoblos Capres 2019, Ternyata Hal Ini Penyebabnya

Air Minum Kemasan yang Sudah Dibuka Lebih dari 2 Jam Dilarang Diminum, Begini Penjelasannya

Dengan penambahan agen laku pandai ini tercatat bank daerah ini akan memiliki sebanyak 719 agen laku pandai yang 541 agen yang sudah ada sejak tahun lalu.

Untuk daerah yang menjadi sasaran penambahan agen ini meliputi daerah dengan nasabah terbanyak seperti Banyuasin, Muba, OKI lalu daerah yang memiliki data transaksi keuangan yang tinggi yakni OKU Timur.

"Sebenarnya semua daerah potensial atau menjadi daerah yang akan dimaksimalkan lewat transaksi laku pandai. Tetapi, tentunya kami akan lebih memfokuskan untuk daerah yang dikategorikan sebagai daerah yang mempunyai potensi pertumbuhan transaksi yang lebih besar dibanding daerah Sumsel lainnya," lanjut Anton.

Syahrini Bak Ketiban Durian Runtuh! Ini 4 Fakta Calon Mertua Incess yang Super Tajir, Rosano Barack

Tak Hadiri Pernikahan Syahrini dan Reino Barack, Ruben Onsu Ternyata Sibuk dengan Kegiatan Ini

Copa del Rey 2018-2019, Real Madrid Vs Barcelona, Tren Mandul Lionel Messi

Saat Nyeberang di Bakauheni, Ternyata Mobil Toyota Alphard Ini Bermuatan Narkoba Sabu-sabu 10 Kg

Dia menambahkan, masih belum banyaknya agen laku pandai ini sebab masih terkendala oleh masih belum masifnya informasi mengenai sistem perbankan di kalangan masyarakat desa.

Selain itu, dengan adanya pesaing dari lembaga keuangan yang door to door memberikan jasa layanan keuangan sehingga masyarakat akan merasa lebih terlayani.

"Untuk itu kegiatan sosialisasi akan semakin kami gencarkan dan juga akan menggaet lebih banyak mitra dari masyarakat lewat toko atau warung yang dikelola oleh masyarakat. Kepala desa pun akan sangat potensial menjadi sasaran sebagai agen laku pandai." ujar Anton.

====

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved