Gaji Naik Tipis dan Bonus Mengempis? 5 Hal yang Harus Anda Lakukan

Pada bulan-bulan awal tahun seperti ini para karyawan kantoran senantiasa menunggu bonus tahunan dari pencapaian kinerja setahun sebelumnya.

Gaji Naik Tipis dan Bonus Mengempis? 5 Hal yang Harus Anda Lakukan
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Pada bulan-bulan awal tahun seperti ini para karyawan kantoran senantiasa menunggu bonus tahunan dari pencapaian kinerja setahun sebelumnya.

Manajemen perusahaan tentu menetapkan besaran bonus yang akan dibagikan kepada seluruh karyawan sesuai kebijakan masing-masing.

Berita Lainnya:
Gaji Naik, 991 Karyawan PT Melania Bernapas Lega
Kalau Gaji Naik Bisa Bayar Utang

Nah, jika karena sesuatu hal perusahaan empat Anda bekerkaja tahun ini mengetatkan anggaran sehingga gaji Anda hanya naik tipis dan bonus tahunan pun mengempis, Anda perlu hati-hati dan cermat menggunakannya.

Seberapa pun kempis bonus yang terima dan setipis apapun kenaikan gaji Anda, masih ada wujud penggunaannya, bukan lenyap tak berbekas.

Yang perlu disadari, saat gaji naik tipis, berarti pemasukan tidak banyak berubah seperti tahun sebelumnya. Menurut Prita Hapsari Ghozie, perencana keuangan dari ZAP Finance dalam kondisi keuangan seperti ini ada lima hal yang harus Anda lakukan.

1. Fokus pada pengeluaran yang bersifat primer
Artinya, Anda hanya benar-benar belanja kebutuhan pokok, seperti sembako, bahan bakar dan transportasi. Jadi kebutuhan sekunder seperti baju, sepatu atau gadget tidak masuk dalam rencana belanja tahun ini.

2. Batasi kewajiban bulanan dalam bentuk cicilan dan usahakan untuk ditinggalkan.
Anda jangan mudah tergiur dengan aneka penawaran belanja online maupun offline dengan sistem cicilan. Sebab, beban cicilan akan semakin memberatkan Anda mengatur cash flow setiap bulan.

Kalau Anda tipe orang yang tidak tahan godaan, sebaiknya hilangkan kebiasaan membuka-buka semua aplikasi e-commerce dan market place. Maklum di sana semua lapak online gencar bersaing menawarkan aneka promo menggiurkan guna menarik minat konsumen bertransaksi.

3. Hindari mengambil pinjaman online untuk mendanai biaya hidup dan konsumsi gaya hidup.
Selain sistem penagihan yang menyebalkan, pinjaman online ini membebani bunga yang tinggi, tidak sebanding dengan nilai barang yang Anda beli. Jadi jangan sekali pun tergiur aneka tawaran pinjaman online.

Halaman
123
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved