Berita Palembang

Destinasi Wisata Kampung Arab Al-Munawar di 13 Ulu Palembang Masih Sepi Pengunjung, Ini Kendalanya

Beberapa bulan terakhir kampung Arab yang merupakan salah satu destinasi wisata kota Palembang hanya dikunjungi sekitar puluhan orang

Destinasi Wisata Kampung Arab Al-Munawar di 13 Ulu Palembang Masih Sepi Pengunjung, Ini Kendalanya
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Destinasi Wisata Kampung Arab Al-Munawar di Kelurahan 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang yang belum diresmikan, Minggu (24/2/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kampung Arab merupakan salah satu kampung tertua yang ada di Kota Palembang.

Keberadaannya di tepi Sungai Musi tepatnya di Kelurahan 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang hingga kini tetap mempertahankan keasliannya, sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dinamakan Kampung Arab Al-Munawar tak terlepas dari peran Pemerintah Belanda yang melakukan pendekatan dengan menunjuk seorang kapten bernama Ahmad Al-Munawar dari Etnis Arab sekira tahun 1825 silam.

Namun demikian, beberapa bulan terakhir kampung Arab yang merupakan salah satu destinasi wisata kota Palembang hanya dikunjungi sekitar puluhan orang, bahkan dalam satu hari pernah hanya ada satu orang pengunjung saja yang datang.

Ketua RT Kampung Arab Al-Munawar Muhammad mengatakan, kendala yang ada di Kampung Arab yaitu masih kurangnya SDM dan beberapa kondisi fisik yang perlu diperbaiki, diantaranya tempat duduk untuk para wisatawan dan tanaman-tanaman hias yang perlu ditambah.

Motornya Digadai Penyewa, Erlan Melapor ke Polisi Berharap Pelakunya Dtangkap

Setiapkali Hujan Lebat Turun Desa Demporeokan Pagaralam Ini Selalu Banjir, tapi tidak Ada Solusi

Diduga Jual Lahan Orang Lain ke Perusahaan Sawit, Pria di Musirawas ini Masuk Bui

Selain itu, Muhammad berkata, bahwa belum ada bangunan bercirikan Khas Arab, peninggalan bangunan tua di kampung Arab yang terbuat dari kayu ulin dan batu marmer yang didatangkan langsung dari Eropa hingga sekarang merupakan perpaduan antara budaya melayu dan Arab.

"Bangunan yang bener-bener khas Arab itu memang belum ada," ungkapnya, Minggu (24/2/2019).

"Sudah 3 tahun berdiri kampung Almunawar ramai pengunjung pada awalnya saja, dari tahun ke tahun pengunjung memang menurun, begitu juga kondisi fisik yang harus diperbaiki," ujar Muhammad menambahkan.

Selain itu, dirinya berharap Dermaga Kampung Arab yang telah selesai dibangun segera mungkin diresmikan, sehingga para wisatawan dari jalur sungai dan darat akan ramai untuk berkunjung.

"Kalau sudah diresmikan akan ada rute dari sungai, pengunjung bisa dikenakan biaya Rp5-10 ribu," ujarnya.

Selain itu pemerintah kita bakal menyiapkan kapal si gentar alam yang akan berlayar dari dermaga Ki Merogan, kemudian menuju Putri kembang dadar, Kampung Arab dan rute sungai lainnya untuk membawa wisatawan berkeliling," jelasnya.(cr2)

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved