Minat Beli Ponsel Bekas,Perhatikan Hal-hal Ini agar Kamu Tak Kecewa

Berdasarkan data OptoFidelity, diketahui bahwa tombol fisik untuk mengatur volume dan power, ternyata paling mudah rusak. Jumlah ponsel yang tombolnya

Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Alex, salah seorang pedagang yang menjajakan handphone bekas layak pakai di kawasan Pasar Cinde Palembang, Minggu (4/2/2018). 

SRIPOKU.COM - Membeli smartphone bekas bisa dibilang cukup berisiko. Sebab, pembeli tak tahu apa komponen yang rusak atau diganti sebelum ponsel dibeli.

Laporan dari perusahaan penguji coba ponsel bekas, OptoFidelity, membeberkan komponen smartphone bekas yang paling rentan atau cepat rusak. Hal ini diketahui pasca menguji coba lebih dari 1 juta ponsel tangan kedua (secondhand).

Berdasarkan data OptoFidelity, diketahui bahwa tombol fisik untuk mengaturvolume dan power, ternyata paling mudah rusak. Jumlah ponsel yang tombolnya rusak pun lebih dari tiga persen dari total ponsel yang diuji coba.

Tak Terima Dinyatakan Gugur Pemberkasan Calon PNS Ini Kirim Surat Ke Presiden Jokowi

Pengakuan Tak Terduga Wulan Guritno di Tengah Kabar Syahrini & Reino Barack Bakal Menikah di Jepang

Anaknya Jadi Sosialita, Ternyata Begini Kehidupan Ibu Kandung Nia Ramadhani yang Tak Tersorot Media

Tombol fisik memang merupakan salah satu komponen utama pada smartphone yang paling sering dioperasikan. Apalagi tombol volume danpower yang kerap multi-fungsi, seperti menjepret foto atau membuka aplikasi kamera.

Selain tombol fisik, lampu notifikasi LED dan speaker masuk ke daftar komponen yang paling gampang rusak, sebagaimana KompasTekno dariPhoneArena, Kamis (21/2/2019)

Di sisi lain, komponen yang jarang mengalami kerusakan adalah modem, LED flash, dan komponen untuk memicu getaran ponsel.

PhoneArena Ilustrasi daftar komponen smartphone yang cepat rusak
PhoneArena Ilustrasi daftar komponen smartphone yang cepat rusak ()

Meski membeberkan komponen smartphone bekas yang paling rentan rusak,OptoFidelity meyakinkan pengguna bahwa ada beberapa keuntungan membeli ponsel non-baru.

Salah satunya dari segi finansial yang lebih efisien. Pembeli dapat produk lebih murah, sementara penjual tak dirugikan karena telah mengambil nilai fungsional dari smartphone dalam rentang waktu pemakaian tertentu.

Baca juga: 5 Ponsel Bekas Bisa Ditukar Galaxy A9 di Jakarta dan Surabaya

Hanya saja, OptoFidelity menyarankan peminat ponsel bekas untuk membeli produk di toko-toko terpercaya. Biasanya toko yang kredibel bakal memperbaiki ponsel bekas terlebih dahulu sebelum menjualnya kembali.

Selain itu, sebaiknya membeli ponsel yang memang masih memiliki sisa garansi resmi, untuk menghindari malfungsi ponsel di kemudian hari.

7 Tips dan Trik Beli HP/Smartphone Bekas agar Kamu Tak Kecewa

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kamu memutuskan membeli HP atau smartphone bekas.

Beberapa orang beranggapan untuk lebih memilih membeli HP bekas atau second.

Selain karena faktor harga terkadang juga mereka berpendapat tidak ingin merugi jika HP tersebut nantinya dijual lagi.

Gagal Jadi Menantu Presiden, Dinikahi Pengusaha Tambang, Begini Kabar Artis Cantik Ini Sekarang

Curahan Pilu Hati Aty Kodong, Tertipu Ratusan Juta Oleh Sang Kekasih, Janji Nikah Tinggal Kenangan

Kasus Bidan Desa Diperkosa, Kalabforcab: Fakta Telapak Kaki Pelaku dan Tak Ada Petunjuk Kasus

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved