Berita Palembang

Dipaksa Mengaku sebagai Pelaku Pemerkosa Bidan Desa YL, Warga Rambutan Ini Diculik dan Disiksa OTD

Dipaksa Mengaku sebagai Pelaku Pemerkosa Bidan Desa berinisial, Warga Rambutan Ini Diculik dan Disiksa orang tak dikenal, sekujur tubuh penuh luka

Dipaksa Mengaku sebagai Pelaku Pemerkosa Bidan Desa YL, Warga Rambutan Ini Diculik dan Disiksa OTD
Dok Sripoku.com
Harismail (25) korban penculikan dan dianiaya orang tak dikenal saat dirawat di RS Bhayangkara Palembang, Sabtu (23/3/2019). 

Dipaksa Mengaku sebagai Pelaku Pemerkosa Bidan Desa, Warga Rambutan Ini Diculik dan Disiksa orang tak dikenal hingga sekujur tubuh penuh luka

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kondisi Harismail (25) lemas tak berdaya, setelah ditemukan warga di Kecamatan Rambutan, sudah tergeletak dengan mata tertutup lakban dan penuh luka di sekujur tubuh.

Haris hanya dapat menjawab pelan sambil menahan sakit ketika ditanya.

Matanya belum bisa dibuka akibat mengalami luka lebam di wajahnya.

Bapak satu anak tersebut menceritakan dengan pelan bagaimana kasus yang menimpanya pertama Kali.

"Saya habis beli rokok, waktu mau pulang dicegat di depan rumah teman saya. Saya lagi di sana. Di masukan ke dalam mobil," ungkapnya menceritakan kejadian dirinya ditangkap.

Dalam perjalanan tersebut, dirinya dipaksa mengaku sebagai pelaku pemerkosa bidan YL.

Bidan Desa yang Mengaku Diperkosa Orang tak Dikenal dan Dirawat di RS Bhayangkara, Sudah Sehat

Kasus Bidan Desa Diperkosa, Kalabforcab: Fakta Telapak Kaki Pelaku dan Tak Ada Petunjuk Kasus

Kasus Bidan Desa Diperkosa, Kalabforcab: Tak Ditemukan Petunjuk yang Mengarah pada Kasus Pemerkosaan

Hari berusaha membantah setiap tuduhan terhadap dirinya.

Berbagai siksaan datang saat dirinya membantah setiap pertanyaan.

"Dipaksa ngaku aku. Aku bantah, jawab idak. Ada sekitar sejaman lebih saya di dalam mobil tangan diborgol jelasnya lemas," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved