SFC Update

Asfan Fikri Sanaf Belum Bisa Ambil Kebijakan dan Belanja Pemain Terbaik untuk Sriwijaya FC

Asfan Fikri Sanaf Belum Bisa Ambil Kebijakan dan Belanja Pemain Terbaik untuk Sriwijaya FC

Asfan Fikri Sanaf Belum Bisa Ambil Kebijakan dan Belanja Pemain Terbaik untuk Sriwijaya FC
SRIPOKU.COM/EDHI AMIN
Gubernur Sumsel H Herman Deru yang mengumumkan Asfan Fikri Sanaf (ASF) sebagai Presiden Sriwijaya FC yang baru bertempat di Pendopoan Buati Lahat, Rabu (20/2/2019) 

Asfan Fikri Sanaf Belum Bisa Ambil Kebijakan dan Belanja Pemain Terbaik untuk Sriwijaya FC

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Mantan Direktur Bank SumselBabel Asfan Fikri Sanaf telah ditunjuk sebagai pemilik saham terbesar Sriwijaya FC, pasca diumumkan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru beberapa waktu lalu.

Namun Asfan Fikri Sanaf mengaku, saat ini belum bisa mengambil kebijakan apa-apa terkait klub tersebut.

Pria yang akrab disapa AFS ini mengatakan, sampai saat ini internal manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen klub Sriwijaya FC belum mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sehingga saat ini ia belum legal memimpin tim berjuluk Laskar Wong Kito itu.

“Kemarin itu kan baru sebatas pernyataan dari Pak Muddai, itu harus ditindak-lanjuti dalam RUPS PT SOM, baru berlaku keputusan itu,” ujarnya saat dikonfirmasi Sripoku.com via telepon seluler, Sabtu (23/2/2019).

AFS mengatakan, baru akan bertemu Muddai Madang dalam waktu dekat untuk membahas kapan RUPS tersebut akan digelar sehingga setelah RUPS nanti baru bisa ia mengambil kebijakan yang dianggap perlu untuk menyelamatkan Sriwijaya FC.

“Saya belum bisa melakukan apa-apa sekarang, walaupun nantinya setelah RUPS akan jatuh ke saya (kepemilikan saham mayoritas) itu. Setelah RUPS, baru legal dan kita bisa membuat kebijakan-kebijakan,” ungkapnya.

Kendati belum bisa melakukan apa-apa, AFS mengaku sudah memiliki beberapa rencana untuk klub tersebut.

Menurutnya, Sriwijaya FC harus memiliki 3 elemen yang kuat agar bisa melakoni kompetisi Liga 2 2019 dengan baik.

“Yaitu pemain terbaik, pelatih terbaik plus pengurus terbaik yang satu visi dengan kita itulah kunci suksesnya tim sepak bola itu,” tegasnya.

Apalagi menurut pesan dari Gubernur Sumsel, Sriwijaya FC harus ‘belanja’ (merekrut, red) pemain terbaik.

Menurutnya jika tidak merekrut pemain yang berkualitas, tentunya tim akan merugi karena output yang dihasilkan tak maksimal, namun klub tetap harus membayar gaji pemain tersebut.

“Istilah pak Gubernur kemarin, jangan ambil pemain ecek-ecek. Ya kepalang sudah terjun, kalau tidak terbaik kan sama saja, kita bayar juga. Jadi kan bermanfaat dananya. Walaupun separuhnya tapi tidak terbaik, kan bayar juga,” jelasnya.

====

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved