Berita Palembang

Peredaran Narkoba Jaringan Jawa Barat Kocar-Kacir Setelah Satu Anggota Mereka Ditangkap Polisi

Anggota jaringan pengedar Narkoba kocar-kacir saat mengetahui Eka Candra Hidayatullah ditangkap di Bandara SMB II Palembang.

Peredaran Narkoba Jaringan Jawa Barat Kocar-Kacir Setelah Satu Anggota Mereka Ditangkap Polisi
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Para tersangka pengedar Sabu-sabu jaringan Jawa Barat diamankan di Polda Sumsel, Jumat (22/2). 

Laporan wartawan sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan berhasil membongkar Peredaran Narkoba jenis sabu-sabu jaringan Jawa Barat.

Terbongkarnya jaringan ini berawal dari tertangkapnya tersangka Eka Candra Hidayatullah (23).

Dari Eka Candra ini dikembangkan polisi dan ditangkaplah Darman (32) di Kendari, Sulawesi Tenggara oleh Polda Sultra dan enam tersangka lainnya di tempat berbeda.

Empat orang tersangka lainnya ditangkap di stasiun Kertapati saat akan berangkat ke Lampung yakni Nova Nuryana (25) Asep Erik Mulyana (30), Diki Purnama (20), Dedek Enjang (25), sedangkan dua lainnya Rizki (27) Ribut Haryanto (49) ditangkap saat perjalanan di OKI saat akan lari ke Jawa.

Semua anggota jaringan kocar-kacir saat mengetahui Eka Candra Hidayatullah ditangkap di Bandara SMB II Palembang.

Rizki dan Ribut langsung membuang barang bukti ke toilet bandara. Sedangkan 4 tersangka lainnya langsung menuju stasiun kertapati untuk melarikan diri.

Dari pengakuan Nova Nuryana pemimpin para kurir, mereka mengetahui jika salah satu komplotannya tertangkap.

Ditinggal Saat Hamil 3 Bulan, Mahasiswi di Palembang Laporkan Pacar Polisinya ke Propam Polda Sumsel

Kapolresta Palembang Pimpin Upacara Pemakaman Kanit Ranmor Iptu Mardanus Ali Akbar

Kasus Bidan Desa Diperkosa, Kalabforcab: Tak Ditemukan Petunjuk yang Mengarah pada Kasus Pemerkosaan

Sehingga diputuskan untuk berpisah, guna menyelamatkan barang bukti yang tersisa.

"Kami tujuan mau ke Lampung, mau lari ke sana. Lalu meneruskan perjalanan ke Bandung. Sampai waktu aman," ujarnya.

Dari pengakuannya, barang tersebut didapat dari seseorang bernama Putri. Komunikasi yang dibangun hanya lewat ponsel. Para kurir hanya dijanjikan jika berhasil untuk ditransfer uang.

Berhubungan lewat ponsel. Disuruh ngirim dulu. Belum pernah ketemu Putri. Kalau berhasil duitnya ditransfer ke rekening.

"Karena saya sudah 13 kali jadi memang mainnya begitu. Kita anter dulu, baru ditransfer uang. Kami nih semua satu jaringan. Aku sudah 13 kali. Setiap anter, ke kendari, Palu. Tapi sebelumnya Lampung dan Padang. Sekali berangkat 20 juta karena saya pimpinannya," jelasnya.

Saat ditangkap, para tersangka banyak berkelit. Namun dari, hasil penyelidikan pihak Kepolisian terungkap jika paket sabu-sabu tersebut berjumlah 5,9 Kilogram di Palembang dan 4,1 kilogram sudah lolos ke Kendari. Total semuanya 10 kilogram.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan jika jaringan Nova Nuryana merupakan jaringan Jawa Barat, semuanya memang diperintahkan dari Palembang untuk mengantar sabu ke daerah lain.

"Ini Yang mengendalikan masih dalam penyelidikan. Jika berhasil sabu tersebut akan dibawa ke Palu dan Kendari," ungkap Jenderal Bintang dua tersebut. (mg2)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved