Menanam di Dunia Memetik di Syurga

Orang-orang yang beriman tentunya sudah mafhum apa yang dimaksud dengan kata-kata di atas karena secara logika tidak mungkin akan terjadi.

Menanam di Dunia Memetik di Syurga
IST
Drs. HM. Daud Rusjdi AW

Menanam Di Dunia Memetik Di Syurga
Oleh : Drs. HM. Daud Rusjdi AW

Da'i Bid Tadwin/Pengurus Masjid Al Qodr 5 Ulu

Orang-orang yang beriman tentunya sudah mafhum apa yang dimaksud dengan kata-kata di atas karena secara logika tidak mungkin akan terjadi.

Semisal menanam mangga, maka setelah berbuah dan kelihatan ranum akan langsung dapat dipetik dan waktu penantiannya pun minimal hanya 2 tahun.

Bahkan kalau menanam mangga hasil stek-an dan dipelihara dengan baik, paling tidak hanya enam bulan sudah mulai berbuah dan bahkan lebat pula.

Bupati Banyuasin Supriono MM (kanan) menerima wakaf Alquran secara simbolis dari perwakilan Grup Sinarmas, DR Soewarso dan Daniel Sriwirahono, Sabtu (17/6/2017)
Bupati Banyuasin Supriono MM (kanan) menerima wakaf Alquran secara simbolis dari perwakilan Grup Sinarmas, DR Soewarso dan Daniel Sriwirahono, Sabtu (17/6/2017) (Sripo)/ilustrasi

Di negeri yang Gemah Ripah ini apa saja yag ditanam pasti akan tumbuh.

Bak seperti sebuah nyanyian yang sering kita dengar "tongkat kayu dan batupun jadi tanaman", itu berarti melambangkan negeri ini begitu subur.

Apa saja yang ditanam pasti tumbuh dengan subur dan akan berbuah dan bisa dinikmati di dunia.

Menanam di dunia memetiknya di syurga merupakan tanaman lain yang dapat dinikmati di dunia dan dapat pula dinikmati di akhirat kelak.
Sebagai contoh menanam kebaikan kepada orang lain, menanam infaq dan sodaqoh kepada yang membutuhkan, membantu dana pembangunan masjid, musholla atau pesantren termasuk memperbanyak zikir, merupakan tanaman yang dapat dinikmati di dunia dan akhirat.
Di dunia akan merasa tenteram sedangkan di akhirat kelak akan mendapatkan manisnya hasil yang ditanam.

Seperti menanam zikir di dunia, sebagaimana dinukil dalam QS Al Baqaroh 147, Allah juga akan berzikir untuk hambanya yang berzikir.

Sedangkan suatu lembah di syurga, para malaikan akan menanan pula pohon-pohon untuk hamba Allah yang berzikir.
Tujuannya agar hamba yang berzikir itu nanti datang dan masuk syurga, tinggal memetik buah yang ditanam para malaikat itu.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved