SFC update

Inilah Kehidupan dan Aktivitas Legenda Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu Usai Gantung Sepatu

Inilah Kehidupan dan Aktivitas Legenda Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu Usai Gantung Sepatu

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kiper Ferry Rotinsulu Legenda hidup Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu memang tetap beraktivitas seperti biasa sebagai seorang pesepakbola pasca gantung sepatu. Usai membuka bisnis bengkel dan kuliner, kini Ferry kembali ke dunia yang membesarkan namanya.

Seperti diketahui, Ferry merupakan legenda Sriwijaya FC yang bermain dari tahun 2004 hingga 2013 silam bersama Sriwijaya FC. Kiper Ferry Rotinsulu terbilang fenomenal, selama itu dia mampu membawa Sriwijaya FC meraih dua gelar Liga I Indonesia 2007-2008, kemudian tiga gelar Piala Indonesia 2008, 2009 dan 2010.

Namun diakhir musim 2013, Ferry yang mengalami cedera dibagian lututnya memutuskan untuk rehat karena melakukan pemulihan dan kemudian mundur dari Sriwijaya FC. Lama tidak merumput Ferry tidak kehilangan tempat, dia kemudian bermain di Persebaya, sempat pula memperkuat Mitra Kukar, sebelum kemudian memutuskan gantung sepatu.

Tidak lagi aktif, Ferry kemudian aktif berbisnis. Namun sebagai pemain sepakbola ternyata Ferry Rotinsulu tidak bisa meninggalkan dunia sepakbola yang telah membesarkan namanya itu. Ferry kemudian mengambil lisensi C AFC dan kemudian menjadi pelatih kiper di Lampung Sakti membantu Nova Arianto musim 2018.

Setelah itu Ferry kemudian kembali ke Palembang, dia kini melatih tim SSL Payaraman United, dibantu rekannya Rasyid Irfandi dkk.

Ferry pun tampak sibuk menyeleksi pemain dan kemudian melakukan pembentuk tim untuk mengarungi Liga Remaja SSL U-20.

Rasyid Irfandi yang juga Manajer Tim Payaraman United mengatakan, Ferry dipercaya menjadi pelatih karena dia memiliki lisensi dan pengalamannya sangat dibutuhkan para pemain muda yang berkiprah di SSL.

"Ferry kan sudah ada lisensi, kenapa kami ambil tawaran ini karena Ferry memang perlu tim untuk menerapkan ilmu yang didapatkannya," ujar Pedo sapaanya.

Dikatakan Pedoo sebagai pemain berpengalaman, Ferry cukup mumpuni untuk memoles para pemain muda di Sumsel dan Payaraman dia yakin bisa berbicara banyak di SSL.

"Intinya kita butuh waktu, karena tim ini baru dibentuk dan kini sudah bertanding di SSL." ujar Pedo.

Lihat aksi Ferry ketika menjadi Pelatih Payaraman Untied===

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Tresia Silviana
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved