Surat Suara Belum Siap, Dicetak di Bogor, Libatkan TNI-Polri Distribusi Logistik

KPU Palembang menggelar rapat kordinasi terkait pengamanan logistik di selruh kecamatan hingga ke tingkat TPS di kota Palembang. Rapat persiapan

Surat Suara Belum Siap, Dicetak di Bogor, Libatkan TNI-Polri Distribusi Logistik
Dok. KPU RI
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang menggelar rapat kordinasi terkait pengamanan logistik di selruh kecamatan hingga ke tingkat TPS di kota Palembang. Rapat persiapan pemilu 2019 ini melibatkan seluruh stakeholder Polri, TNI dan Bawaslu. Ketua KPU Palembang Eftiyani mengatakan, saat ini logistik pemilu sedang dalam persiapan, kotak suara sudah ada yang dirakit dan selanjutnya tinggal menunggu surat suara agar bisa langsung didistribusikan.

Berita Lainnya:
Surat Suara Masih Diproduksi, KPU Sumsel Siapkan 5 Rute Zona Distribusi Logistik
Mendagri Tjahjo Kumolo Tegaskan Kabar Penemuan 7 Kontainer Surat Suara dari China adalah Hoaks

"Yang perlu dikordinasikan saat ini adalah terkait pengamanan, logstik hingga didistribusikan ke PPK, kemudian PPS dan TPS serta proses pengembaliannya kembali ke kecamatan. Kita ikut melibatkan TNI-Polri untuk pengaman distribusi logistik ini," katanya, Selasa (19/2).

Dia menjelaskan, untuk surat suara, pihaknya belum bisa memastikan kapan datangnya. Yang pasti nanti pihak percetakan di Bogor akan menghubungi. Pasalnya, sebelum pengiriman perlu disaksikan olehh KPU, Bawaslu, dan kepolisian di Palembang.

"Untuk menghindari tertukarnya surat suara, maka proses sortir dan lipat suara akan dimulai berdasarkan urutan jenis surat suara pertama presiden, langsung dipacking per DPT dan TPS kemudian langsung kita kirim. Sedsngkan untuk proses sortir lipat suara bertingkat, termasuk pengiriman, jadi kita mulai per tingkatan dan dapil, misal dapil1 selesai packing kirim lalu lanjutkan, untuk menghindari tertukar surat suara," bebernya.

Eftiyani menuturkan, untuk bimtek petugas KPPS sampai saat ini masih dianggaran untuk 1 kali bimtek dan untuk 1 orang. "Kita sedang usahakan bimtek KPPS untuk lebih dari 1 kali dan 4 orang, maksimal 3 kali bimtek la untuk petugas KPPS," ucapnya. Selain itu, untuk mengantisipasi kekurangan surat suara di TPS, KPU Palembang akan membuka posko kekurangan surat suara. "Pada hari H, kita akan buka posko di kantor KPU Palembang, akan kita siapkan staff untuk memantau kekurangan surat suara, kita siapkan sesuai dapil," tandasnya.

Sementara itu, Kasat intel Polresta Palembang, Kompol Mario Infanry mengungkapkan, pihaknya akan terus mengawal dan mengamankan logistik pemilu 2019 di kota Palembang, "Kita sudah berkomitmen untuk menciptakan pengamanan yang baik untuk pemilu ini," tandasnya.

Ditempat yang sama Ketua Bawaslu Palembang, M Taufik menegaskan, Bawaslu akan terus mengawasi proses tahapan pemilu ini sesuai dengan peraturan yang ada.

"Kita terus memantau hingga akhir nanti, kita berharap Palembang jangan sampai ada pelanggaran dari peserta pemilunya," jelasnya. Dilnjutkan Taufik, untuk pengamanan di TPS hari H pemilu, saat ini Panwascam sedang melakukan seleksi terhadap Pengawas TPS, yang akan membantu mengawasi TPS-TPS di Kota Palembang. "Masing-masing TPS ada 1 anggota PTPS," pungkasnya. (arf)

===

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved