Berita Palembang

200 Bangunan di Sumsel Rusak Akibat Terendam Banjir

Intensitas hujan yang menyebabkan banjir di sejumlah titik di Sumsel mengakibatkan setidaknya 200 bangunan baik rumah

200 Bangunan di Sumsel Rusak Akibat Terendam Banjir
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Jalan putus yang menghubungkan Lahat-Pagar Alam di Desa Jati, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, Minggu (3/2/2019) sudah bisa dilalui. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Intensitas hujan yang menyebabkan banjir di sejumlah titik di Sumsel mengakibatkan setidaknya 200 bangunan baik rumah, sekolah bangunan lainnya rusak terendam banjir.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, sebanyak 200 lebih bangunan baik rumah, sekolah dan lain sebagainya terendam banjir.

Selain itu, jalan penghubung dua kabupaten di Lahat mengalami longsor dan ambles. Serta, tiga jembatan gantung milik warga pun rusak.

Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan sejak beberapa pekan terakhir intensitas hujan yang tinggi mulai berdampak di Sumsel.

Seperti pada tanggal Sabtu (16/2), jalan amblas di Lahat sepanjang 20 meter. Kemudian, lebih dari 200 rumah terendam banjir serta dua jembatan gantung rusak diterjang banjir, Muratara.

“Ada sekitar 200 bangunan yang terendam banjir. Yang paling parah memang banjir yang terjadi di Muratara yang menyebabkan banyak rumah terendam banjir," ujarnya, Rabu (20/2/2019).

Ia mengaku dampak dari bencana tersebut sudah berangsur pulih. Karena, langsung ditangani oleh pemerintah. Selain itu, kondisi banjir pun mulai menyurut. Meskipun begitu, dirinya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana terutama dimusim hujan ini.

"Memang sekarang kondisinya sudah berangsur pulih, tapi kami imbau masyarakat tetap waspada," tegasnya.

Ansori menambahkan, daerah yang perlu waspada kondisi hujan terutama daerah yang tergolong dalam dataran rendah seperti Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir (OI). Menurutnya, kawasan ini sangat rentan terjadinya banjir.

Selain itu, daerah yang dataran tinggi yang perlu waspada yaitu, OKI, Lahat, Pagaralam, Musirawas karena berpotensi terjadinya longsor dan banjir bandang.

“Kami harap masyarakat terus waspada akan datangnya bencana karena musim hujan diprediksi masih akan terus berlangsung," jelasnya.

====

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved