Meski Surplus, Mengapa Perlu Impor Komoditas Pertanian? Begini Penjelasan Menteri Pertanian

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjelaskan mengapa Indonesia masih perlu impor beberapa komoditas pertanian meski stok dilaporkan mencukupi

Meski Surplus, Mengapa Perlu Impor Komoditas Pertanian? Begini Penjelasan Menteri Pertanian
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman. 

SRIPOKU.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjelaskan mengapa Indonesia masih perlu impor beberapa komoditas pertanian meski stok dilaporkan mencukupi.

Hal tersebut mencuat setelah acara Debat Calon Presiden (capres) putaran kedua yang membahas sektor pertanian, Minggu (17/2/2019).

Berita Lainnya:
Surplus Dagang Menunjukkan Kelesuan Ekonomi
Bappebti Akan Rilis Aturan Perdagangan Bitcoin sebagai Produk Komoditas

Seperti yang diketahui, capres nomor urut dua Prabowo Subianto mempertanyakan kebijakan pemerintah yang masih impor beberapa komoditas pertanian meski dilaporkan surplus.

“Ya kenapa harus impor (gula). Ini yang menjadi masalah. kalau memang kita sudah kelebihan 3 juta, kenapa harus kita impor?,” ucap Prabowo saat debat capres.

Menyikapi pertanyaan tersebut, Mentan Amran mengatakan masih banyak yang keliru perihal arti swasembada dan status swasembada Indonesia yang sebenarnya.

Karena menurutnya, kebijakan impor masih perlu dilakukan sebagai cadangan untuk menjaga stok serta menstabilisasikan harga di pasaran.

"Seperti contoh beras, berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2016 hingga 2018 kita surplus. Adapun impor pada 2016 merupakan limpahan pada 2015. Kemudian 2018 beras surplus 2,85 juta ton, sementara impor tahun 2018 hanya sebatas cadangan,” tutur Amran sesuai dengan informasi yang Kompas.com terima, Selasa (19/02/2019).

Sementara itu, capres nomor urut satu Jokowi menjelaskan jika hasil pertanian sangat berpengaruh pada kondisi cuaca, maka dari itu pemerintah perlu menyiapkan ketersediaan agar stok aman.

“Kita harus punya cadangan untuk bencana hingga gagal panen," jelas Jokowi saat debat capres putaran kedua.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved