Berita Palembang

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Buat Rumah Edukasi, Gandeng Seluruh BEM di Sumsel

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel melakukan sosialisasi mengenai rencana pembuatan rumah edukasi yang direncanakan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Buat Rumah Edukasi, Gandeng Seluruh BEM di Sumsel
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman, didampingi Wakil Direktur Reserse Polda Sumsel, AKBP Amazona melakukan sosialisasi mengenai rencana rumah edukasi keberbagai elemen masyarakat, Senin (18/2) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel melakukan sosialisasi mengenai rencana pembuatan rumah edukasi yang direncanakan dapat menjadi wadah bagi pencegahan dan penyebaran narkoba di Sumatera Selatan, Senin (18/2).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman, didampingi Wakil Direktur Reserse Polda Sumsel, AKBP Amazona mengatakan kegiatan hari ini menjadi salah satu rangkaian dalam menginisiasi rencana Polda Sumsel untuk terus memberantas narkoba mulai dari bibitnya.

"Hari ini kami bertemu dengan teman-teman BEM seluruh Sumsel, dan organisasi anti narkoba guna membahas rencana format pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba," ujarnya.

Rumah edukasi sendiri merupakan keresahan menyikapi pergeseran pengguna narkoba yang sudah mulai terang-terangan dalam memakai narkoba.

HUT PTBA Bagikan Sembako dan Berobat Gratis

Dirut PT LIB, Berlinton Siahaan Dan Komisaris PT LIB, Glen Sugita Resmi Mengundurkan Diri

DPRD Kota Palembang Berang, Tak Ada Kepsek yang Hadir Saat Rapat PPDB, Ini Kejadian Sebenarnya

"Terjadi pergeseran pelaku pengguna, ini sangat rawan. Orang yang sebelumnya menggunakan narkoba sembunyi-sembunyi, saat ini justru kerap digunakan di tempat terbuka, seperti orgen tunggal. Dari data kita Sumsel merupakan Zona merah peredaran narkoba," ungkapnya.

Lanjut Farman, Rumah edukasi diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah, pelaku usaha, masyakat luas, untuk dapat terwujud.

"Nanti kami akan bertemu dengan pemerintah daerah. Rumah ini diharapkan akan menjadi rumah singgah, di dalamnya ada tempat edukasi tentang narkoba. Ada entertainnya, berbagai permainan, seperti menjadi penegak hukum, mencari barang bukti narkoba. Rumah ini juga dapat menjadi destinasi wisata, dilengkapi IT, kids corner, kafetaria, ruang pertemuan, dan berbagai merchandise," jelasnya.

Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung Vs Arema FC: Sama-sama Kehilangan Pilar Andalan

Pemilik Pajero yang Menewaskan Satu Pengendara Motor Diminta Menyerahkan Diri, Ini Ancamannya

Viral di Medsos, Bayi Ini Diberi Nama Joko Widodo Maruf

Farman menilai, untuk wilayah Sumsel setidaknya dibutuhkan 3 rumah edukasi untuk masyarakat guna mengurangi dan mengedukasi masyarakat.

Sementara perwakilan Bem se Sumsel Adriansyah (20) mengatakan, jika dirinya beserta teman-teman mengapresiasi langkah Polda Sumsel dalam memerangi peredaran narkoba melalui media pendidikan dengan membuat rumah edukasi. Adriansyah menilai, selama ini banyak mahasiswa tidak memiliki wadah untuk berkumpul, yang tidak didapatkanya di kampus.

"Rumah edukasi ini sangat baik kami mahasiswa butuh wadah untuk menyalurkan kegiatan yang positif. Ini dapat menjadi sarana, bagi mahasiswa. Berbagai kegiatan bisa dilakukan, dan bisa menjadi tempat magang," jelas Perwakilan BEM Univeraitas Sriwijaya teraebut.

===

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved