Berita PALI

Sungai Lematang di Kabupaten PALI Meluap, Ratusan Rumah Warga Desa Curup Terendam, Warga tak Kaget

Sungai Lematang di Kabupaten PALI Meluap, Ratusan Rumah Warga Desa Curup Terendam, Warga tak Kaget

Sungai Lematang di Kabupaten PALI Meluap, Ratusan Rumah Warga Desa Curup Terendam, Warga tak Kaget
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Diguyur hujan deras, Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tergenang banjir karena Sungai Lematang meluap dan letak geografis desa di dataran rendah, Jumat (15/2/2019). 

Sungai Lematang di Kabupaten PALI Meluap, Ratusan Rumah Warga Desa Curup Terendam, Warga tak Kaget

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, PALI - Permukiman warga Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan terendam banjir, Jumat (15/2/2019).

Banjir berasal dari Sungai Lematang yang meluap setelah hujan turun seharian.

Dewsa Curup memang menjadi salah kawasan langganan banjir karena letak geografis desa di dataran rendah.

"Sekarang air naik, meski sempat surut. Tadi diguyur hujan terus ditambah banjir kiriman. Desa kami yang letaknya paling rendah kembali banjir," ujar Ria (30), salah seorang warga setempat.

Diguyur hujan deras, Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tergenang banjir karena Sungai Lematang meluap dan letak geografis desa di dataran rendah, Jumat (15/2/2019).
Diguyur hujan deras, Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tergenang banjir karena Sungai Lematang meluap dan letak geografis desa di dataran rendah, Jumat (15/2/2019). (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Menurut Ria, banjir di desanya sudah sering terutama ketika memasuki musim hujan sehingga warga tidak kaget lagi.

Ketinggian air bervariasi antara 50 cm sampai 100 cm, namun biasanya setinggi lutut orang dewasa.

Tetapi memang agak merepotkan, jika banjir datang pekerjaan semakin banyak seperti evakuasi barang rumah tangga ketempat yang lebih tinggi terutama peralatan elektronik.

Kepala Desa Curup Ballian mengatakan bahwa selama tahun 2019 ini, desanya setidaknya telah lima kali kebanjiran dan hingga sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah.

Apalagi sekitar 150 rumah warga yang ada di desa kami terendam dan terkena imbas banjir.

Jika banjir datang, biasanya warga diam dirumah dan tidak bisa beraktivitas karena menjaga harta benda dan keluarganya mengantisipasi jika airnya naik.

Untuk saat ini, kata Kades, selain berharap bantuan dari Pemda dan instansi terkait, pihaknya juga berharap dibangun gorong-gorong untuk mengatasi masalah banjir.

Sebab sedikitnya ada enam titik gorong-gorong yang harus dibuat agar banjir tidak menggenangi pemukiman.

===

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved