Keadilan Sosial

Keadilan Sosial, Ikhtiar Merumuskan Kesadaran Masa Kini

"Janganlah membuat sarang,seperti laba-laba,dari air liur duka cita Dimana pakan dan lungsin pasti hancur..." (Jalaluddin Rumi).

Keadilan Sosial, Ikhtiar Merumuskan Kesadaran Masa Kini
ist
Otoman, S.S., M.Hum

Keadilan Sosial, Ikhtiar Merumuskan Kesadaran Masa Kini
Oleh: Otoman, S.S., M.Hum
Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Fatah Palembang

"Janganlah membuat sarang, seperti laba-laba, dari air liur duka cita Dimana pakan dan lungsin pasti hancur..." (Jalaluddin Rumi).

Sebait syair Rumi di atas menggambarkan tentang mereka yang berupaya berbuat menurut keinginan-keinginan mereka sendiri dan harus menghadapi kehancuran.

Abdurrahman 'Azzam dalam buku al-Risalah al-Khalidah di dalam sub bab al-'Adalah wa al-Hurriyah di bagian akhir menulis.

"Inilah prinsip-prinsip umum (keadilan dan kemerdekaan) yang keharusan dan keutamaannya telah sama disepakati; dengannya masyarakat yang sehat ditegakkan; Islam menanamkan dalam nurani manusia, membela dan menjaganya dengan kekuatannya, karena efek dan pengaruhnya yang sehat diperlukan bagi tegaknya suatu masyarakat yang sehat".

Apa yang dikatakan oleh 'Azzam ini sebenarnya telah menjadi pemikiran manusia sejak zaman yang jauh.

Keadilan, di dalamnya termasuk prinsip keadilan sosial, telah pula ditulis oleh Aristoteles (384-322 SM) dalam bukunya Nicomachean Ethics yang masih saja dipelajari orang hingga hari ini karena beberapa prinsip yang dirumuskannya dipandang belum basi.

Filosof ini menulis dalam karya tersebut tentang hubungan penguasa dan keadilan: "Itulah sebabnya kita tidak membolehkan kekuatan manusia-tetapi kekuasaan akal sehat (reason) karena manusia terlalu tamak mengambil bagian bagi dirinya dan menjadi tiran. Tetapi penguasa yang benar adalah pengawal apa yang adil, dan dengan demikian ia juga sebagai pengawal prinsip persamaan dan kewajaran. Kita berpikir tentang penguasa yang adil ialah seorang yang tidak memperoleh lebih dari bagiannya".

Untuk lebih detailnya, mari kita coba kaji masalah keadilan sosial ini dengan merujuk kepada sumber ajaran Islam, yaitu Al-Quran.

Salah satu fungsi Al-Quran adalah obat penawar bagi nurani manusia yang sedang sakit (lihat QS10: 57; QS 17: 82; dan QS 16: 69).

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved